Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)
Ketika seseorang ingin sehat, maka segala yang baik dan berguna akan dilakukan. Contohnya : jika kita mau makan pisang, kita kupas dulu kulitnya lalu kita makan isinya dan kita buang kulitnya. Yang kita butuhkan dan bermanfaat adalah isinya dan kita buang kulitnya yang tidak kita perlukan. Demikian juga dengan kehidupan kita banyak sampah seperti, kepahitan, kekecewaan, sakit hati semua yg membuat kita kehilangan damai sejahtera dan sukacita, kita buang dan jangan disimpan karena tidak berguna, sedangkan hal-hal yang baik kita simpan, kalaupun kita pikirkan kita akan ada rasa sukacita bila mengingatnya, dibandingkan kalau kita mengingat segala yg buruk.
Dalam bidang kesehatan ada hubungan antara pikiran dan tubuh. Kesehatan emosional yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita, membuat kita lebih mungkin untuk mendapatkan flu dan infeksi lainnya. Tubuh kita merespon cara kita berpikir, bertindak dan merasa. Beberapa gejala seperti sakit kepala, diare, insomnia, jantung berdebar, sesak napas, kehilangan atau penambahan berat badan, sakit dada dan gejala lainnya mungkin dialami setelah krisis emosional atau masa stress seperti kematian orang yang dicintai atau dipecat dari pekerjaan.
Di alkitab juga mengajarkan bahwa hati yang gembira adalah obat.
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22)
Simpan segala yang positif, buang semua sampah negatif. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment