Yusuf adalah salah satu tokoh alkitab yang patut kita teladani.
Kasih sayang berlebih yang dia terima membuat dia harus menderita disingkirkan dan dijual sebagai budak. Kalaupun dalam hidup kita banyak diomongin orang karena mereka iri melihat berkat yang kita terima, tetap rendah hati. Seperti Yusuf walaupun disingkirkan dan dijual sebagai budak, tetapi Yusuf tetap menjalani segalanya dengan melakukan yang terbaik hingga bisa dipercaya oleh potifar. Jangan terpengaruh dengan kondisi buruk yang kita alami tetap lakukan yang terbaik, tetap percaya Tuhan beserta kita. Namun sekali lagi Yusuf diuji untuk tidak terlena dengan kenyamanan, penolakannya terhadap godaan istri potifar membuat dia difitnah dan harus dipenjara. Dia harus menderita bukan karena kesalahanya tetapi karena melakukan kebenaran. Jikalau kita juga pernah mengalami seperti ini tetaplah jalani bagian kita, tidak perlu membela kebenaran itu bagian Tuhan, karena Tuhan yang akan membela kita. Kebenaran itu akan muncul, jika kita jalani dengan sukacita, karena kita percaya Tuhan pembela kita. Sabar dalam penantian itu juga teladan dari Yusuf yang setelah menunggu selama 2 tahun baru diingat oleh pembuat minuman raja. Kesabaran Yusuf membuat dia dipercaya sebagai tangan kanan raja Firaun. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi orang yang sabar menanggung penderitaan karena melakukan kebenaran. Jadi tetaplah hidup benar dihadapan manusia dan Allah. Tetap bersabar walau belum melihat buahnya, percaya Tuhan beserta dengan kita. Kita harus melihat penderitaan yang kita alami adalah sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi hidup kita.
Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. (Kejadian 45:8)
Belajar dari Yusuf bahwa setiap kejadian buruk yang menimpa hidup kita, tidak menyalahkan orang yang menyebabkan hal tersebut, tetapi kita melihat ada rencana indah Tuhan dari kejadian buruk yang kita alami, maka kita akan bisa melihat kemuliaan Tuhan lewat hidup kita. Jangan mengeluh, tetap bersyukur, ada saatnya dimana Tuhan mengangkat kita dari segala kesusahan dan penderitaan. Sekalipun Tuhan tidak menolong kita tetaplah percaya Dia adalah Allah yang hidup, Allah yang tidak pernah membiarkan anak-anakNya menderita, karena Dia akan memampukan kita menanggungnya, Dia tau yang terbaik bagi kita yang percaya padaNya.
Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. (Kejadian 45:5)
Yusuf tidak hanya mau menderita karena bukan kesalahannya, tetapi juga mau memaafkan saudara-saudaranya yang menyebabkan penderitaannya. Dia menganggap pengalaman pahit yang diterimanya adalah persiapan Tuhan untuk kebaikan keluarganya dimasa yang akan datang. Begitulah seharusnya kita dalam penderitaan mempunyai pikiran positif untuk kebaikan. Dengan demikian kita bisa menjalani hari-hari kita dengan sukacita tanpa keluhan.
Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kejadian 50:21)
Sebagai tokoh yang patut diteladani karena Yusuf tidak hanya memaafkan kesalahan saudaranya terlebih dari itu dia mau memelihara mereka sampai keturunannya, sangat luar biasa apa yang Yusuf lakukan terhadap orang yang sudah membuat nya menderita.
Kiranya kita bisa meneladani Yusuf dalam menjalani kehidupan ini. Tidak menyimpan dendam tetapi memberi berkat bagi yang menyakiti kita.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment