Sunday, May 10, 2020

Tanggung jawab

Tanggung jawab

Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.  (Ibrani 13:17)

Semakin kaya atau semakin tinggi jabatan atau karir seseorang, selain semakin besar penghasilan atau pendapatannya,  maka makin besar pula beban tanggung jawabnya. Kita bisa menikmati hasil kerja keras kita,  tetapi kita juga tidak bisa melupakan tanggung jawab kita kepada orang-orang yang sudah terlibat membantu kita meraih kesuksesan. Kita tidak bisa maju sendiri tanpa orang lain. Semua manusia di bumi ini saling tergantung satu sama lainnya. Benar bahwa kita pintar, bahwa karena hasil pemikiran kita,  tetapi ada orang lain yang juga mengerjakan sehingga berhasil,  contohnya seorang arsitek dia tidak membangun sendiri rancangan atau hasil designnya, ada tukang yang mengerjakan. Seperti satu tubuh yang terdiri dari beberapa anggota yang saling tergantung satu sama lain, sehingga terjadi kerjasama untuk menghasilkan sesuatu, begitu juga kita selama hidup di bumi ini saling tergantung satu dengan yang lain dalam mengerjakan sesuatu. Tanpa kerjasama mungkin bisa tetapi perlu waktu lama dan kerja keras.

Saya menemukan ada seorang pengusaha kaya yang tidak perduli karyawannya kesusahan, baginya hanya keuntungan saja dan bersenang-senang dengan kekayaan yang diraihnya. Dengan sengaja sering menunda pembayaran gaji karyawan dengan berbagai alasan,  membiarkan karyawan makan seadanya, tidak memperhatikan kesejahteraan karyawannya.  Merasa derajatnya  adalah paling tinggi dan paling berharga padahal dimata Tuhan kita semua sama. 

Saya juga ada menemukan seorang pimpinan sebuah pabrik terkenal yang memperlakukan karyawannya sebagai orang yang sangat berharga seperti keluarga dan memberikan fasilitas terbaik. Karena dia sadar oleh kerja keras mereka pabriknya maju dan baginya tanpa mereka dia tidak akan berhasil. Tetapi orang seperti ini jarang kita temukan.

Hanya orang yang sadar bahwa kita hidup saling memerlukan satu sama lain.  Bahwa keberhasilan kita juga karena ada orang-orang yang membantu. 

Tuhan mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi dan menghargai satu sama lain.  Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah,  bagi Tuhan semua manusia sama derajatnya. Bumi dan segala isinya dia berikan bagi semua makhluk baik atau jahat, miskin atau kaya,  sehat atau sakit,  cacat atau normal, pandai atau bodoh dan sebagainya. 
Ketika kita sadar bahwa setelah kematian ada kehidupan kekal, maka kita akan bertidak hati-hati selama di bumi karena ada tanggung jawab kita dikehidupan kekal. 

Tanggung jawab kita tidak hanya sampai kita meninggalkan dunia ini,  tetapi juga saat kita menghadap Tuhan di kehidupan kekal. Siapkan diri kita dengan sebaik-baiknya, bertanggung jawab dengan benar dan tidak menyepelekan atau merendahkan orang lain yang sudah berjasa dan yang kurang beruntung dari kita. 
Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment