Diberkati untuk memberkati
Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. (2 Korintus 8:13)
Segala sesuatu yang ada dan terjadi di bumi ini tidak sama dan banyak berlawanan, contohnya ada tinggi dan rendah, kiri dan kanan, gemuk dan kurus, kaya dan miskin dan lain-lain, ibarat sebuah kapal agar terapung dengan baik dan bisa berjalan dengan benar di atas air, maka perlu keseimbangan supaya tidak berat sebelah atau miring sehingga tidak tenggelam.
Begitulah yang terjadi di bumi ini harus ada keseimbangan agar tercipta kehidupan yang harmonis. Ada istilah simbiosis mutualisme yaitu hubungan sesama makhluk yang saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan demi kelangsungan hidup. Ini salah satu contoh bentuk kesimbangan.
Keseimbangan sangat diperlukan, agar terjadi pemerataan demi terciptanya keadilan dan kemakmuran. Karena itu manusia harus mengusahakannya demi kesejahteraan bersama.
Berawal dari diri sendiri, maka membagi kelebihan yang dimiliki untuk menambahkan kekurangan bagi yang lain adalah cara menjaga keseimbangan. Tetapi hal ini jangan menjadi beban hanya karena ingin meringankan orang lain, melainkan dengan kesadaran menjadikan suatu keharusan dan kerelaan dengan tujuan supaya ada keseimbangan dan kesejahteraan bagi sesama.
Keseimbangan yang dimaksud adalah tidak ada beban bagi yang memberi atau yang diberi. Jika memberi menjadi beban, maka tidak akan menjadi berkat. Tuhan menciptakan manusia tidak untuk kepentingan masing-masing, melainkan untuk saling mengasihi dan mau berbagi satu dengan yang lain. Kebahagiaan terbesar adalah jika bisa membahagiakan orang lain. Kita yang diberkati wajib untuk menjadi berkat.
Ada yg menderita karena banyaknya berkat dan ada yang menderita karena kurang berkat. Supaya ringan harus berbagi tetapi dengan hati yang tulus iklas. Tuhan akan tersenyum melihat anak-anakNya yang bisa rukun dan bahagia hidup bersama, karena saling berbagi. Diberkati untuk memberkati jadikan salah satu semboyan hidup kita sebagai anak Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment