Friday, May 22, 2020

Perkataan

Perkataan

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, (Yakobus 3:9)

Baik dengan sadar atau tidak,  mengatakan atau menyebut seseorang berdasarkan kondisi fisiknya istilah kerennya body shaming adalah bukan sesuatu yang lucu tetapi kutuk terhadap ciptaan Tuhan,  hal ini menyakitkan hati Tuhan sebagai pencipta. 

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. (Efesus 4:29)

Luka karena perkataan lebih menyakitkan dan susah dilupakan  daripada luka karena benda tajam. Pernyataan ini benar dan pernah dialami hampir semua orang di dunia. 
Tajamnya perkataan bisa menimbulkan sakit hati dan dendam. 

Maka dari itu penting bagi kita untuk berhati-hati dalam berkata-kata. 
Disamping hal negatif ada hal positif yang timbul, jika perkataan kita baik, maka hal positif yang timbul, sebaliknya jika perkataan tidak baik maka hal negatif yang timbul. Perkataan yang baik bisa memberikan semangat dan menyenangkan hati bahkan bisa menjadi obat bagi tulang seperti tertulis di amsal :

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  (Amsal 16:24)

Jika kita ingin selalu sehat,  ingatlah untuk memperkatakan kata-kata yang baik atau positif. 

Saya ingat ketika masih kecil di sekolah minggu, seorang majelis gereja mengatakan agar kita sebagai anak-anak Tuhan menjaga perkataan dengan tidak mengatakan perkataan kotor atau negatif dan mengubahnya, sejak saat itu sayapun tidak mau lagi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan mengubah perkataan atau tidak memperkatakan kata negatif atau kotor yang ditiru dari ucapan orang dewasa sewaktu kecil.  Kata-kata seperti kata kurang ajar, bodoh, kata-kata binatang dan lain sebagainya, saya ubah dengan kata-kata positif atau diam saja. 

Perkataan yang baik bisa mengurangi beban, kekuatiran dan memberikan semangat bagi yang patah hati, kecewa dan putus asa.

Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.  (Amsal 12:25)

Biasanya karena emosi orang mengeluarkan perkataan yang tidak baik,  karena itu belajar menahan diri dan kuasai emosi, bukan tidak boleh emosi,  tetapi tetap terkendali sehingga tidak mengeluarkan kata-kata yang buruk.  Dengan memberikan jawaban yang lembut dan baik akan meredakan kemarahan dan menghindarkan pertengkaran. 

Dibawah ini ada beberapa ayat alkitab yang bisa menjadi renungan bagi kita tentang perkataan. 

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.  (Amsal 15:1)

Lidah sangat berbahaya,  karena bisa menimbulkan kutuk dan berkat.  Berfikir dulu sebelum berkata-kata.  

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.  (Mazmur 139:4)
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  (Amsal 16:24)

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. (Matius 15:18)

Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. (Kolose 3:8)

Mari kita belajar menjaga mulut,  lidah dan hati kita dengan memperhatikan perkataan yang keluar agar menjadi berkat dan bukan kutuk. 

Tuhan Yesus memberkati





No comments:

Post a Comment