Saturday, February 8, 2020

Terjerat

Terjerat

Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.  (Pengkhotbah 9:12)

Awalnya hanya mencoba seperti apa pinjaman online, tetapi akhirnya terjerat,  karena kemudahan yang kita dapatkan,  sama seperti waktu kita menggunakan kartu kredit,  karena gampang mendapatkan dan menggunakan,  akhirnya kita lupa jadi terjerat. Pinjaman online makin marak dijaman sekarang,  mereka bisa lebih kejam dari rentenir. Kalau kita tidak sanggup membayar mereka memaki-maki,  mengancam akan menyebarkan foto kita ke media sosial, tidak ada perasaan kemanusiaan lagi. 

Dari pengalaman seperti ini kita belajar,  bahwa kemudahan dan kenyamanan sengaja dipakai iblis untuk menjerat kita yang lemah secara ekonomi, sehingga karena tidak mampu menyelesaikan jadi mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Ini adalah tujuan iblis untuk menghancur kita orang percaya dengan masuk kedalam kelemahan kita dan seolah-olah memberikan solusi,  tetapi ternyata menjerat kita sehingga berputus asa. Melakukan hal bodoh yang memang tujuan iblis agar kita kehilangan keselamatan kekal.

Apabila kita menyadari bahwa ini perangkap iblis,  cepatlah bertobat kejalan yang benar,  lupakan kemudahan dan kenyamanan. Hiduplah dengan benar dan hanya mengandalkan Tuhan sebagai sumber berkat. Percayalah Tuhan pasti buka jalan untuk setiap kita yang mau berharap kepadaNya. 

Sebaliknya bagi mereka yang berduit janganlah mengambil keuntungan dari orang yang lemah ekonominya. Jika mereka belum mampu mengembalikan,  jangan dibebankan bunga (kel. 22:25)

Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.  (Keluaran 22:25)

Berhati-hatilah di akhir jaman ini, banyak orang melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan uang,  dan tidak perduli orang lain harus menderita. 
Biarlah kita tetap hidup benar, apa adanya,  jangan mudah terpengaruh oleh dunia ini. 
Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment