Membagi berkat
Berbicara tentang membagi berkat, seringkali kita melihat orang memberi dari apa yang mereka sudah tidak perlukan atau barang bekas atau sisa.
Bukan sesuatu yang salah, sebab daripada tidak terpakai akan lebih berguna jika dipakai oleh orang lain yang lebih memerlukan. Hal ini berlaku bagi mereka yang memang hidupnya tidak berlebihan.
Tetapi bagi mereka yang hidupnya berlebihan, maka akan lebih baik lagi jika bisa memberi dari kelebihan kita, sebagai contoh ketika kita memerlukan 100 ternyata kita mendapat 150, artinya kelebihan yang 50 Tuhan titipkan kepada kita untuk dibagikan kepada yang memerlukannya. Tetapi kebanyakan orang malah menyimpan kelebihan tersebut dan memberikan apa yang mereka sudah tidak pakai atau yang sudah tidak diperlukan lagi dan bukan dari kelebihan yang mereka dapatkan.
Hal memberi dari kelebihan ini juga sesuai dengan ajaran yang ada didalam doa Bapa kami, yaitu hidup secukupnya artinya jika kita punya lebih, maka sebaiknya seperti ayat firman di atas agar membagi dengan yang tidak punya.
Karena sekaya apapun walaupun kita bisa membeli sepuluh piring makanan, tetapi kita cuma bisa makan sepiring.
Tidaklah mudah bagi orang untuk membagi kelebihan mereka, lebih mudah memberi bekas atau sisa. Hanya mereka yang sudah bertobat dan mau hidup menurut firmanNya, sadar bahwa semua berkat datang dari Tuhan untuk memberkati orang lain, contohnya seperti Zakheus, setelah bertobat dan mengikut Yesus, mau membagi separoh hartanya.
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)
Lewat renungan ini kita mau belajar memberi yang terbaik, hidup cukup, bila lebih bagikan kepada yang memerlukan.
Biarlah kita menjadi pelaku firman.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment