Sungai kehidupan
(Yesaya 41:18)
Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
Kampung halaman suami saya adalah NTT atau Nusa Tenggara Timur. NTT adalah daerah yang unik. Mengapa saya katakan unik, karena lebih dari 300 hari dalam satu Tahun hujan jarang turun. Kalau kita lihat dari atas pesawat terbang setelah kita lepas landas, akan terlihat hamparan sabana yang coklat kering atau tandus, tetapi jikalau kita perhatikan lebih seksama kita akan melihat di celah-celah bukit ada yang hijau, disana terdapat pohon-pohon yang cukup besar dengan diselingi tumbuhan dan rumput yang hijau. Hal ini menandakan dibalik kekeringan masih ada kesuburan.
Nabi Yehezkiel dalam pengalaman spiritualnya bisa kita baca di Yehezkiel 47....Dia dibawa ke bait suci dan melihat air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci yang terus mengalir ...... aliran air itu telah menjadi sungai... dimana sudah tidak dapat lagi disebrangi, bahkan aliran sungai yang adalah air tawar mengalir dan bermuara kelaut asin yang mengubahnya menjadi tawar sehingga memberikan kehidupan bagi semua makhluk.
Yehezkiel (47:9)
Sehingga kemana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Gambaran kondisi di kampung halaman tersebut ...bisa menjadi contoh seperti kehidupan rohani kita, walaupun seperti padang yang tandus, jika kita menempatkan kehidupan rohani kita tidak jauh dari sungai kehidupan yakni Tuhan Yesus, maka kehidupan rohani kita tidak akan tertekan oleh himpitan masalah hidup seperti sakit penyakit, kesulitan ekonomi, masalah rumah tangga dan lain sebagainya, sebaliknya sungai kehidupan akan mengalirkan air hidup yang akan mengubah semua yang dialiri menjadi berarti.
Kekeringan rohani bisa membuat orang putus asa ... tidak berpengharapan, yang akibatnya bisa membawa kepada kematian rohani. Dibalik kekeringan masih ada kehidupan, yaitu keinginan untuk tetap bertahan hidup walau sulit sebab ada kekuatan dari Tuhan yang memberikan air segar, walau hanya sedikit, tetapi akan menimbulkan kesegaran dan harapan.
Mari saudaraku jangan biarkan kekeringan dalam hidup ini mempengaruhi kita, Masih Ada Tuhan Yesus yang merupakan sumber dari air kehidupan, mendekatlah kepadaNya, maka segala kekeringan rohani dalam hidup kita akan dialiri dengan air hidup yang tidak pernah kering walau disaat kemarau.
Jika kita selalu ada didekat sungai kehidupan itu, maka kita akan terus hidup dan bertumbuh subur dan berbuah.
(Yesaya 48:18)
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
Saudaraku kita harus hidup menjalankan perintah Tuhan, melayani Tuhan, bersaksi lewat kehidupan kita dan memuliakan Tuhan.
Kita harus menjadi penjala jiwa... besar atau kecil, tua atau muda, laki laki atau perempuan untuk keselamatan umat manusia dan kemuliaan bagi Tuhan.
Bagi saudaraku yang saat ini jauh dari Tuhan atau telah meninggalkan Tuhan Yesus, mari kita mendekat kepada Tuhan Yesus yang adalah sumber air kehidupan, yang sangat mengasihi kita.
Sebesar apapun dosa atau kesalahan yang telah kita lakukan ...Tuhan mau dan sanggup mengampuni dan memulihkan hidup kita.
Tuhan tidak pernah memandang Rupa dan keadaan kita, tetapi Tuhan melihat Hati kita. Pada saat kita mendekat ke sungai kehidupan itu, maka rohani kita akan hidup, bertumbuh dan subur ....dan kita akan berbuah dan buah itu akan menjadi berkat untuk orang-orang yang ada disekeliling kita.
Doa kami... Tuhan Yesus kami mau mendekat ke sungai kehidupan supaya bertumbuh dan berbuah agar menjadi berkat bagi banyak orang...amin
Tuhan Yesus memberkati.(SR)
No comments:
Post a Comment