Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. (Markus 5:33)
Berkata jujur tidaklah mudah, karena ada resiko atau akibat yang harus kita terima sebagai balasannya. Hal inilah yang menyebabkan orang takut sehingga harus berbohong. Apa yang dialami oleh wanita yang menderita pendarahan sangat baik untuk kita contoh, selain iman percayanya, juga kejujurannya walaupun tetap ada rasa takut, tetapi dia mau mengambil resiko dengan jujur mengakui bahwa dia sudah menjamah ujung jubah Yesus. Apakah Tuhan Yesus tidak tau sehingga harus bertanya siapa? Sebenarnya Tuhan Yesus mengetahui, tetapi Tuhan mau kita mengakui dengan mulut kita. Setelah pengakuan itu, maka sembuhlah wanita tersebut. Kesimpulannya adalah bahwa selain kita beriman kepada Tuhan, terlebih dahulu harus ada pengakuan jujur kita terhadap segala kesalahan atau dosa kita, barulah kuasa Tuhan bekerja memulihkan kita. Tuhan menyediakan pertolongan bagi orang jujur (amsal 2:7)
Mari kita belajar berkata jujur, terutama mengakui segala kesalahan dengan tidak takut dan mau menanggung segala akibatnya, percayalah Tuhan akan menyertai kita. Orang jujur akan selamat (mazmur 50:23). Kuasa Tuhan akan bekerja pada orang yang hidup benar dan kudus, artinya bereskan dulu semua dosa kita, minta ampun pada Tuhan, dan dengan iman percaya pasti semua masalah kita akan selesai dan mujizat Tuhan akan terjadi. Ada masa depan bagi orang jujur (mazmur 37:37)
Kejujuran merupakan rahasia ketentraman, ketenangan dan kedamaian hati kita. Orang jujur dipimpin oleh ketulusan (amsal 11:3). Tidak ada beban yang menyesakan dada, jika kita selalu hidup jujur, mungkin ada yang bilang kalau jujur terus bisa dimanfaatkan orang, biar saja orang mau berkata apa, kita tetap melakukan yang benar dan selalu minta penyertaan Tuhan, maka Tuhan tidak akan membiarkan kita, Dia akan membela kita dan memberkati hidup kita. Yang menyesatkan orang jujur akan celaka (amsal 28:10). Orang jujur dikasihi (amsal 16:13). Karena yang penting bukan apa yang dilihat manusia tetapi apa yang dilihat Tuhan pada kita. Manusia melihat apa yang kelihatan, dan menghakiminya, tetapi Tuhan melihat hati.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment