Monday, January 13, 2020

pendengar dan pelaku

Pendengar dan pelaku

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:3)

Seorang pendeta atau penginjil memang dituntut dan sudah seharusnya hidup sepadan dengan jabatan atau pekerjaannya. Apa yang mereka sampaikan dan ajarkan seharusnya seperti pedang bermata dua yang tidak hanya untuk dilakukan oleh mereka yang mendengar,  tetapi juga untuk mereka yang menyampaikan dan mengajarkan. Akan tetapi sebagai manusia yang hidup di dunia ini, masih ada kelemahan dan kesalahan sehingga tidak bisa sempurna. Seringkali kehidupan pribadi mereka menjadi patokan bagi kita untuk dapat mempercayai dan mau mendengar apa yang mereka sampaikan. 

Jika kita perhatikan ayat firman di atas,  maka kita bisa merubah pendapat umum yang mengharuskan orang hanya mau mendengarkan nasehat, pengajaran atau perkataan dari orang yang dari luar baik kehidupannya, tetapi juga mau mendapatkan masukan dari orang yang berpengetahuan atau mengerti firman dengan baik bahkan ahli yang walaupun kehidupannya tidak seturut dengan perkataan atau apa yang diajarkannya.  Intinya sejauh apa yang disampaikan dan diajarkan adalah kebenaran firman Tuhan, maka kita wajib percaya dan melakukannya, yang Tuhan mau adalah kita tidak meniru perbuatan mereka. Karena banyak orang cuma bisa mengajar tetapi tidak bisa melakukan apa yang diajarkannya. Contoh : ada yang menyampaikan atau mengajarkan tentang bahasa roh atau kesembuhan,  tetapi tidak semua pendeta bisa bahasa roh atau punya karunia kesembuhan

Pendeta atau penginjil adalah wakil dari Tuhan untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Mereka belajar dan mendalami Alkitab, sehingga mereka punya pengetahuan lebih dari kita tentang alkitab. Karena itu kita wajib mendengarkan ajaran mereka tentang firman Tuhan. Memang ada juga yang tidak benar-benar menguasai, atau tidak benar,  tetapi bukan kapasitas kita menghakimi,  itu haknya Tuhan.  

Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.  (Roma 14:4)

Kita memang harus berhati-hati terhadap penyesat,  makanya kita sebagai umat Tuhan juga harus punya pengetahuan akan firman dan selalu meminta Roh Kudus memimpin kita. 

Seringkali kita hanya fokus pada si pembawa berita tanpa memperhatikan beritanya. Sadarilah bahwa yang penting ada isi beritanya,  bukan pada pemberitanya. Kita akan kecewa jika ingin kesempurnaan hidup dari sipemberita.  Sempurnanya adalah sepadan antara pembawa berita dan perbuatannya.  Tetapi jika tidak sempurna, tetap kita menghargai isi berita yang disampaikan,  tanpa menghakimi kenyataan perbuatan si pembawa beritanya yang bertolak belakang dengan apa yang disampaikannya. 
Seperti orang farisi pada jaman Tuhan Yesus. Mereka ahli taurat, sangat mengerti taurat,  tetapi bukan pelaku firman, ambil yang positifnya saja. 

Jadi mulai saat ini lewat renungan ini, kita yang sudah mengerti kebenaran yang Tuhan Yesus sampaikan,  hendaklah kita mengutamakan isi berita yang disampaikan daripada melihat kelakuan atau perbuatan dari pembawa berita. Bukan juga kita asal terima,  tetapi hikmat Tuhan yang akan menuntun kita melihat dan memilih yang benar. 
Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment