Jangan permainkan Tuhan
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7)
Suatu hari saya baca kitab Hakim-hakim 20, salah satu suku Israel yaitu suku Benyamin sudah melakukan kejahatan terhadap gundik orang Lewi. Akhirnya suku Benyamin harus berhadapan dengan suku-suku Israel yang merupakan saudara sebangsa. Beberapa kali saudara-saudara dari Israel bertanya bahkan sampai menangis dan berpuasa kepada Tuhan apakah mereka akan berperang dengan suku Benyamin saudara mereka, dan Tuhan menyuruh mereka maju melawan suku Benyamin.
Dari kisah di atas kita bisa melihat bahwa Tuhan memang maha kasih, tetapi Tuhan tetap harus melakukan hukuman bagi yang bersalah sekalipun kepada bangsa yang dikasihiNya.
Daud adalah orang yang diurapi Tuhan, juga melakukan kesalahan yang besar, dengan menyingkirkan uria untuk menutupi kesalahannya yang sudah menghamili batsyeba, mereka tetap harus menanggung akibat perbuatannya, pertobatan mereka yang membuat kasih karunia Allah memulihkan bahkan memberkati hidup mereka.
Karena setiap perbuatan harus menerima akibatnya. Hukum tabur tuai tetap berlaku, sekalipun kita sudah bertobat, hanya saja Tuhan akan memampukan kita menanggungnya. Dan Tuhan akan memulihkan kita.
Tuhan Allah kita bukan Allah yang kejam, tetapi Dia Allah yang maha kuasa yang harus kita hormati. Jangan mempermainkan Tuhan dengan berkali-kali melakukan kesalahan yang sama.
Hendaknya kita bersungguh-sungguh bertobat dan merubah cara hidup kita yang salah menjadi hidup yang berkenan, melakukan firmanNya dan selalu menyenangkan hati Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment