Saturday, December 8, 2018

Setia bersama Tuhan

Setia

"Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;" (Daniel 3:17)
"tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:18)

Bicara tentang kesetiaan,  kita bisa belajar dari sadrakh, Mesakh dan Abednego. Sekalipun harus dihukum dengan cara dibakar,  karena mereka tidak mau menyembah patung emas yang dibuat oleh raja Nebukadnesar,  mereka lebih memilih dihukum daripada harus mengkhianati Allah. Kesetiaan mereka diuji, tidak hanya yakin Allah akan menyelamatkan mereka (daniel 3:17),  tetapi juga seandainya tidak ditolong mereka tetap tidak mau menyembah patung tersebut(daniel 3:18). Dan Tuhan menyelamatkan mereka dari dapur api.

Dijaman sekarang kesetiaan sangat sulit ditemui,  kesetiaan mudah dipengaruhi dengan harta kekayaan,  pangkat/kedudukan/jabatan, dan pasangan hidup. Kenyamanan hidup membuat orang tidak mau pusing dengan peraturan-peraturan ataupun perintah Tuhan dalam ajaran agama. Memang Tuhan tidak kelihatan tetapi kita bisa merasakannya, seperti angin walau tidak kelihatan tetapi bisa kita rasakan kehadirannya karena Allah kita hidup. Apa yang Sadrakh Mesakh dan Abednego alami,  yaitu tidak terbakar diperapian adalah karena mereka taat pada Allah, hal ini juga akan bisa terjadi pada kita yaitu terbebas dari masalah yang mungkin mustahil, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,  asalkan  kita mau tetap setia mengikut Tuhan, tidak tergoda oleh kenyamanan dunia, dan tidak takut kepada manusia yang hanya bisa membunuh tubuh, tetapi yang tidak punya kuasa atas neraka dan sorga.

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. (Lukas 12:4)

Daud adalah hamba Tuhan yang setia, dalam mazmurnya dia menuliskan kalau dia akan tetap setia sampai mati. 
"Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. " (Mazmur 73:26)

Tidak hanya para nabi di perjanjian lama yang begitu setia kepada Allah.
Demikian juga diperjanjian baru ada hamba-hamba Tuhan yang begitu setia mengiring Tuhan. Salah satu diantaranya ada Petrus yang dalam tulisannya menasihati kita untuk tetap setia walau harus menderita :
"Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar." (1 Petrus 3:14)

Hendaknya kesetiaan tidak hanya saat doa kita dijawab,  tetapi juga pada saat doa kita tidak dijawab,  bahkan jika kita harus menderita karena melakukan kebenaran. Tidak mudah tetapi jika kita yakin bahwa kita menyembah pada Allah yang benar,  Allah yang hidup, maka kita bisa tetap setia sampai mati.

Kiranya Tuhan memberikan kita kemampuan untuk menjalani hari-hari dengan iman percaya yang tidak berubah, tidak mudah dipengaruhi oleh apapun,  dan tetap setia.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

No comments:

Post a Comment