Monday, December 3, 2018

Mimpi

Mimpi

Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." (Lukas 9:60)

Tadi pagi saya membaca kesaksian seorang anak Tuhan yang inti kesaksiannya, Tuhan berkenan jika dia mendoakan temannya yang sudah meninggal bunuh diri,  karena dia bermimpi melihat temannya dalam kesedihan dan penyesalan yang seolah-olah memohon pertolongan dia untuk memohon pengampunan atas perbuatannya dan dia bisa dibersihkan dari dosa sehingga bisa masuk ke taman Firdaus,  dan dia pun melakukan doa itu untuk temannya,  kemudian dia mendapat mimpi lagi kalau temannya sudah berjubah putih didalam suatu taman yang indah.

Kesaksian ini banyak menuai pro kontra ada yang setuju ada yang tidak.  Walaupun dia memakai ayat alkitab tetap saja ditafsirkan menurut pendapat sendiri. Ayat ini yang dia pakai.
"Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? "(1 Korintus 15:29)

Kalau saya boleh ikut berkomentar,  saya hanya mau bilang bahwa masalah orang yang sudah meninggal adalah masalah orang tersebut dengan Tuhan,  kalau kita terbeban agar jiwa yang terhilang bisa diselamatkan sebaiknya kita berkonsentrasi dengan yang nyata didepan mata kita yaitu orang-orang yang masih hidup disekitar kita yang harus kita doakan agar mereka menerima Tuhan Yesus yang adalah juru selamat bagi umat manusia yang mau percaya dan menerimaNya.

Antara manusia yang hidup dan mati sudah tidak bisa berkomunikasi lagi,  sekalipun lewat mimpi.  Hanya Tuhan yang bisa berkomunikasi dengan manusia lewat mimpi. Daniel diberitahu mimpi raja Nebukadnezar sama Allah lewat mimpi dengan penglihatan (baca Daniel 2:28-36). Banyak sekali kejadian di kitab perjanjian lama yang menceritakan bagaimana Allah berbicara kepada orang yang berkenan kepadanya lewat mimpi dan penglihatan.

Di zaman sekarang kita harus berhati-hati dengan mimpi,  dengan penglihatan atau nubuatan,  harus diuji kebenarannya. ("Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik."  (1 Tesalonika 5:21) . Karena Iblis bisa menyamar ("Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.  (2 Korintus 11:14)

Kiranya lewat renungan ini kita bisa lebih mendalami alkitab supaya bisa lebih mengerti akan yang benar yang dari Tuhan Yesus.

No comments:

Post a Comment