Thursday, December 20, 2018

Besarnya iman

Besarnya iman

Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Matius 17:20)

Suatu hari saya harus membayar kuliah anak saya.  Waktu itu saya hanya punya uang dua ratus ribu lebih,  masih kurang dua belas juta lagi,  saya masuk kamar berlutut berdoa minta kepada Tuhan dengan kalimat bahwa saya percaya Tuhan pasti menyediakan, Tuhan tidak pernah setengah-setengah dalam menolong,  Tuhan selalu menyelesaikan apa yang sudah dimulai.  Selesai berdoa saya berjalan melangkah ke kampus, walau belum punya uang yang cukup. Sampai di kampus saya cuma tanya ke bagian administrasi batas waktu pembayaran (sistem transfer sampai jam 24 ), kemudian saya duduk sebentar di taman sambil mencoba cari pinjaman, tetapi tidak dapat. Tiba-tiba saya ditelp oleh orang tua menanyakan sedang apa,  saya katakan sedang menunggu mujizat Tuhan mau bayar kuliah,  mereka bilang ada barang bisa digadai tetapi perlu waktu karena jauh (perlu waktu lama), jadi nggak mungkin bisa hari ini.  Saya memutuskan untuk pulang, tidak lama kemudian saya dapat telpon kalau uang sudah ditransfer ke rekening saya dua belas juta.  Saya menuju atm dan langsung membayar persis jumlah saldo yang ada sama dengan jumlah yang harus kami bayarkan.  Puji nama Tuhan.

Dari kesaksian di atas ada gambaran tentang iman percaya. Yaitu melakukan sesuatu dengan keyakinan akan terjadi walau belum terjadi dan percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Ayat firman di atas mengatakan iman sebesar biji sesawi (ukurannya sangat kecil lebih kecil dari biji wijen). Tuhan minta kita sedikit saja punya iman percaya,  maka mujizat akan terjadi. Masalahnya banyak yang susah sekali percaya walau sedikit saja,  masih besar keraguan atau ketakutannya daripada kepercayaannya,  itulah makanya Tuhan umpamakan iman sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung. Percaya tidak hanya dimulut,  tetapi percaya dengan sepenuh hati,  tidak ada sedikitpun keraguan.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

Tidak mudah untuk beriman karena tidak kelihatan dan hanya bisa dirasakan, cuma kita sendiri yang bisa melakukannya.

Hendaknya kita belajar untuk percaya sepenuh hati kepada Tuhan. Jangan ada lagi keraguan, ketakutan dan kekuatiran terhadap sesuatu yang kita inginkan terjadi atas kehendak Tuhan dalam hidup kita. Kepasrahan kepada Tuhan itulah yang harus kita lakukan untuk bisa mengalami mujizat dalam hidup kita.

Kiranya kita bisa memiliki iman sebesar biji sesawi untuk mengalami kuasa Allah atas hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment