Wednesday, February 27, 2019

Penolong

Penolong

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18)

Penolong mempunyai arti yang menolong,  sebagai penolong pastinya mempunyai sesuatu yang lebih atau sesuatu yang tidak dipunyai dari yang ditolong, sehingga saling melengkapi.   Apakah lebih kuat,  lebih pintar,  lebih mampu dan lain sebagainya. 

Manusia pertama diciptakan dari  debu tanah.

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)

Manusia kedua yaitu Hawa di buat dari rusuk Adam.

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.  (Kejadian 2:22)

Rusuk lebih keras dari debu tanah,  karena itu Hawa yang diciptakan dari rusuk lebih kuat dari Adam yang dari debu tanah. Memang secara fisik wanita lebih lemah dari pria,  tetapi sebagai penolong wanita bisa lebih kuat dari pria.
Marilah kita menghargai wanita yang diciptakan Tuhan sebagai penolong yang mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai oleh pria. Pernahkah kita mendengar cerita bahwa wanita bisa lebih kuat pada saat tidak ada pria disampingnya,  coba perhatikan wanita-wanita single yang bisa berfungsi sebagai ayah dan ibu sekaligus dan jarang sekali mereka menikah lagi ketika ditinggalkan suaminya, dibandingkan laki-laki yang jarang diketemukan bisa berfungsi ganda dalam mengasuh dan membesarkan anak.

Demikian sebaliknya pria diciptakan Tuhan sebagai pelindung wanita, karena wanita diciptakan dari rusuk pria. Kedudukan wanita disamping dan bukan dibawah pria,  jadi sebagai pria tidak boleh merendahkan wanita,  sebaliknya juga wanita tidak boleh diatas pria. Pria tetap sebagai pemimpin atau kepala yang menghargai wanita sebagai penolong yang sudah Tuhan tetapkan.

karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. (Efesus 5:23)

Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (Efesus 5:25)

Berbahagialah kita wanita, jika bisa jadi penolong, dan berbahagialah pria jika bisa melindungi wanita.  Pria dan wanita(suami dan istri) saling mengisi, melindungi dan menolong, masing-masing menjalankan fungsinya.

Hendaklah kita menjadi pelaku firman.  Tuhan Yesus memberkati.

Monday, February 25, 2019

Pujian dan penyembahan

Pujian dan penyembahan.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Suatu saat saya merasa kecewa dan putus asa datang menghampiri,  dimana segala jalan terasa tertutup,  saat itu ada suara yang mengingatkan kepada saya untuk mencari Tuhan,  memuji dan memuliakan Tuhan, ayat firman di atas timbul dalam pikiran saya, kemudian saya sampaikan kepada suami saya untuk menjalankannya.  Kamipun mulai memuji Tuhan dengan keberadaan kami,  dan ada perasaan tenang, tidak kuatir timbul setelah memuji dan memuliakan Tuhan.  Tidak mudah untuk bersyukur disaat susah akan tetapi jika kita mau, maka Tuhan akan memampukan kita.

Sekarang kami yakin jalan akan terbuka saat pujian penyembahan digemakan. Puji nama Tuhan,  kami percaya Tuhan pasti bukakan jalan asalkan kita tetap memuji dan memuliakan Tuhan, mengutamakan Tuhan.

Ingat cerita dialkitab di yosua 6, bagaimana tembok runtuh hanya oleh sorak bangsa Israel. Hal yang sama bisa terjadi jika kita memuji dan memuliakan Tuhan, maka tembok yang menghalangi jalan kita akan runtuh.

Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.  (Yosua 6:20)

Tuhan mau kita tidak kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal,  Dia mau kita duduk diam dibawah kakiNya seperti Maria.
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, (Lukas 10:41)

Jadi disaat jalan terasa buntu dan tertutup,  marilah kita duduk diam dibawah kakiNya, mengucap syukur dengan penyembahan dan pujian. Percayalah segala penghalang akan dihancurkan lewat pujian dan penyembahan, dan jalan baru akan terbuka didepan kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Friday, February 22, 2019

Kuasa perkatakan firman Tuhan

Kuasa perkatakan firman Tuhan

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.  (Yosua 1:8)

Ada banyak kesaksian bahwa oleh karena memperkatakan firman setiap hari, maka banyak mujizat terjadi.

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.  (Amsal 18:21)

Ini adalah kesaksian dari Bp. Marinus yaung tentang kesembuhannya dari lumpuh dan oleh karena kesaksian sahabatnya yang mendeklarasikan firman.
Ada kesaksian iman Ibu dari Pastor Joel Osteen, Senior Pastor di Lakewood Church, Houston, Texas, AS  yg terkena kanker paru stadium empat, namun setia setiap hari mendeklarasikan Firman Tuhan kesembuhan ilahi hingga penyakit kanker " kabur " dari tubuhnya tanpa bekas sedikitpun.

Berawal dari kesaksian diatas,  Setelah menceritakan kesaksian iman Marinus yaung yang sembuh dari lumpuh karena memperkatakan firman dan tentang kuasa perkataan dgn terus mendeklarasikan Firman dr kitab Mazmur tersebut kepada teman dan istrinya yg sakit kanker darah, Marinus kemudian mengajak mereka berdua untuk setiap hari pagi dan malam ucapkan dan deklarasikan Firman Tuhan dari mulut mereka. Mereka berdua bukannya mengucapkan 2 kali sehari, tapi sejak bangun mengucapkan, mau makan pagi mengucapkan, mau minum obat mengucapkan, mau istirahat setelh minum obat mengucapkan Mazmur 91 : 1-16..Wooww !.

Apa yang terjadi kemudian ? Sampai hari ini istrinya masih hidup, semakin sehat dan tidak ada lagi tanda bekas penyakit kanker di tubuhnya. Mereka kerja di Chicago, dan melayani di sebuah gereja lokal disana.

"  SUDAH SELESAI ( YOHANES 19 : 30 )"!

YESUS KRISTUS SUDAH TANGGUNG SEMUA PENYAKIT KITA DALAM TUBUHNYA DI KAYU SALIB DAN YESUS BERKATA..SUDAH SELESAI ! KESEMBUHAN KITA SUDAH TERJADI DAN PENYAKIT SALAH ALAMAT KALAU DIA TINGGAL TERLALU LAMA DI TUBUH KITA..AMIN !

Kiranya kita bisa menjadi pelaku firman dengan mendeklarasikan firman setiap hari.

Monday, February 18, 2019

Bersyukur

Bersyukur

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.  (1 Tawarikh 16:34)

Setiap dari kita patut bersyukur kepada Tuhan atas semua kejadian dalam kehidupan masing-masing.  Hanya dengan begitu kita bisa menjalani kehidupan ini dengan baik.  Mereka yang dikaruniai kesempurnaan tubuh,  kesehatan,  kekayaan,  kehormatan, kepandaian dan lain sebagainya adalah orang-orang yang patut berbangga atas hidupnya.  Karena tidak semua terlahir sempurna, tidak semua punya kekayaan,  tidak semua pandai dan tidak semua dihormati.

Beberapa hari ini saya harus bolak-balik ke rumah sakit karena harus mengurus adik dari mama saya yang sudah janda dan tidak punya anak,  untuk menjalani operasi implan tulang kaki.  Karena kondisi keuangan yang kurang, maka mendapat perawatan di kelas 3, dimana satu ruangan ada enam tempat tidur,  fasilitas seadanya.  Selama beberapa hari di rumah sakit saya melihat banyak hal, aneka persoalan yang dihadapi orang,  ada yang ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga,  yaitu secara ekonomi susah ditambah penyakit dan kecelakaan yang memerlukan biaya tidak sedikit.  Akibatnya tidak hanya sakit fisik tetapi secara mental rohani mereka ikut sakit. Beban yang mereka tanggung sangat berat tidak hanya pada yang sakit tetapi juga keluarga mereka.  Ada pasien baru masuk karena kecelakaan, ia seorang wanita muda harus diamputasi kakinya, ibunya menangis meratapi nasib anaknya.  Ada seorang anak yang patah kaki karena tertimpa kayu,  belum lagi adiknya yang baru berumur lima tahun juga patah tangan, saya tidak bisa membayangkan bagaimana orangtuanya yang hanya nelayan dengan penghasilan minim menghadapi semua ini,  karena bukan hanya fisik yang lelah tetapi mental juga lelah dengan persoalan ini. Masing-masing punya masalah dan bagaimana menjalaninya tergantung kita, bisa atau tidak keluar dan menghadapinya semua tetap harus terjadi dan tidak bisa dihindari.  Proses penyembuhan akan terjadi cepat, jika kita punya semangat dan tidak putus asa. Bersyukur adalah cara yang tepat untuk menumbuhkan semangat.

Satu hal yang bisa dilakukan oleh mereka yang berbeban berat adalah tetap bersyukur. Bahwa selain kita masih banyak orang yang juga menderita bahkan menghadapi jauh lebih besar masalahnya daripada yang kita hadapi.  Kita punya Tuhan yang hidup dan tidak pernah meninggalkan umatNya yang berharap kepadaNya. 

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk selalu mengucap syukur.

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20)

Bersyukur untuk semua yang terjadi dalam kehidupan kita, bersyukur atas keberadaan kita, dengan bersyukur ada rasa sukacita dan ketenangan,  sehingga bisa membuat kita kuat dalam menjalani kehidupan ini. Selagi kuat,  selagi sehat dan mampu lakukan yang terbaik untuk Tuhan yaitu hidup yang baik dan melakukan perintahNya. Senantiasa menyenangkan hati Tuhan dengan hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati...

Monday, February 11, 2019

Bukan musimnya

Bukan musimnya

Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.  (Markus 11:13)

Jika kita memperhatikan dengan teliti pada ayat di atas,  semua wajar saja bahwa pohon ara tidak berbuah karena bukan musim buah ara.  Pada awalnya saya juga berfikir seperti itu,  tetapi kemudian pada saat saya merenungkan ayat firman tersebut dan mohon hikmat dari Tuhan untuk mengerti ayat firman tersebut,  karena pada ayat 14, Tuhan mengutuk pohon tersebut sehingga tidak berbuah lagi  :
Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.  (Markus 11:14)

Apa maksud dari firman ini?  Ada sebuah kata muncul "mujizat".  Tuhan mau kita hidup tidak hanya biasa-biasa saja, tetapi bisa lebih dari biasa yaitu mengalami mujizat dalam kehidupan.

Saya menemukan jawaban yang sama pada cerita yang sama di Matius 21:18-22, Tuhan mengutuk pohon ara bukan karena tidak berbuah,  tetapi Dia mau murid-muridNya juga bisa melakukan mujizat, jika minta dalam doa dan penuh percaya.

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)

Jika kita sakit dan dokter sudah mengatakan tidak ada harapan,  ini adalah hal yang normal,  akan tetapi Tuhan bisa buat ini tidak normal dengan mujizat.  Bagaimana agar mujizat bisa terjadi dalam hidup kita? 

Percaya didalam nama Tuhan Yesus ada kuasa. Jika ada kepercayaan akan ada mujizat.

Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.  (Matius 13:58)

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. (Yakobus 5:14)

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. (Kisah Para Rasul 3:16)

Yang tidak kalah penting adalah iman atau keyakinan.
Oleh karena iman orang sakit sembuh

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)

Karena iman wanita pendarahan sembuh

Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."  (Matius 9:21)

Tuhan tidak menuntut iman yang besar.

Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." (Lukas 17:6)

Demikianlah hendaknya kita menjalani kehidupan ini bukan seperti biasa,  tetapi lebih dari biasa dengan mengalami mujizat dan melakukan mujizat sehingga bisa menjadi saksi Tuhan. Mujizat yang terjadi sebagai bukti Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan mempunyai kuasa. 

Tuhan Yesus memberkati

Sunday, February 10, 2019

Dosa warisan

Dosa warisan

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.  (Mazmur 51:5)

Perhatikan anak kecil kalau kita berpura-pura memukul dia akan balas memukul,  atau kalau kita ambil mainannya akan marah dan merebutnya bahkan sampai memukul, kalau kita minta bisa berbohong dengan mengatakan habis padahal disembunyikan dibelakang, semua kelakuan buruk terjadi begitu saja,padahal tidak ada yang mengajarinya.Walaupun kelihatan lugu dan polos,  tetapi sifat-sifat buruk sudah ada didalam dirinya sejak dalam kandungan,  inilah yang disebut dosa warisan.  Begitulah artinya bahwa dosa sudah ada sejak manusia didalam kandungan.

Akibat dari dosa nenek moyang akan sampai kepada keturunannya,  jika tidak dihentikan.

Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.  (Ratapan 5:7)

Tetapi bagi kita anak-anak Tuhan yang percaya kepada Tuhan Yesus,  percaya lewat pengorbanan tubuh dan darah Kristus semua dosa turunan atau dosa warisan atau kutuk sudah ditebus dan diselesaikan oleh Yesus diatas kayu salib.

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
(1 Petrus 1:18)
melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (1 Petrus 1:19)

Jadi kita tidak perlu takut akan warisan dosa dari nenek moyang,  karena Tuhan Yesus sudah menebus kita dari segala kutuk diatas kayu salib. Yang kita lakukan adalah percaya kepada Tuhan Yesus,  percaya akan pengorbananNya dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13)

Marilah kita hidup dengan benar,  mewariskan segala yang baik dan benar dengan menjadi teladan bagi anak-anak kita,  mendidik mereka sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Mewariskan kebenaran akan firman Tuhan kepada anak cucu atau keturunan kita agar terhindar dari kutuk.

Tuhan Yesus memberkati.

Saturday, February 9, 2019

Mengasihi dengan sungguh

Mengasihi dengan sungguh

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. (1 Petrus 1:22)

Suatu hari seorang Bapak bertanya kepada anaknya,  apakah ia mencintai ayahnya?  Dan sianak menjawab sangat mencintainya.  Kemudian Bapak meminta kalung kesayangan anaknya,  tetapi si anak menjawab : "Bapa Engkau tau bahwa aku mencintaimu dan juga mencintai kalung ini".  Kenapa bapa memintanya padahal ini pemberianmu juga? Selama tiga hari berturut-turut hal ini dilakukan oleh Bapanya yaitu menanyakan tentang cinta anaknya dan meminta kalung kesayangan anaknya.  Akhirnya anaknya menyerahkan kalung kesayangannya kepada bapanya.  Pada saat Bapanya menerima kalung tersebut (kalung imitasi) , kemudian pada saat yang sama dia memberikan kalung yang lebih baik (kalung emas) dari yang diberikan anaknya.  Bapanya berkata bahwa sudah lama dia menyimpan kalung emas tersebut untuk ditukar dengan kalung imitasi tersebut. Tetapi dia menunggu anaknya menyerahkan dengan rela.

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)

Sering kali kita merasa Tuhan tidak adil. Dia yang memberikan tetapi kenapa Dia juga yang memintanya kembali.
Ingat cerita Ayub yang harus kehilangan semua yang dikasihinya,  tetapi apa yang dikatakannya

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"  (Ayub 1:21)

Kita selalu sakit dan kecewa bahkan sampai berlarut-larut lamanya. Tidakkah kita tahu, disaat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu, karena Tuhan ingin menggantikannya dgn yang "Lebih Baik" lagi dari yang kita miliki sekarang dan bahkan dari sebelumnya?

Jadi terimalah apapun yang kita terima, berilah apa yang harus kita berikan, kembalikanlah apa yg diminta oleh Tuhan, dan tetaplah bersyukur maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38)

Mari kita belajar lebih dalam lagi akan kasih yang sebenarnya dan melakukannya dalam hidup kita.  Tuhan Yesus memberkati.