Kasih yang murni
Matius 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia ..
Sebait syair dari lagu kasih ibu ini juga adalah menggambarkan kasih Tuhan kepada semua umat manusia yang sudah mendapatkan berkat yang sama tanpa membedakan suku, bangsa, dan agama, jahat atau baik dan lain sebagainya tanpa berharap mendapatkan balasan.
Berbeda dengan kebanyakan orang yang seringkali hanya mau melakukan sesuatu yang menguntungkan yaitu dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan atau balasan yang tidak hanya sama bahkan berharap lebih.
Matius 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Firman Tuhan mengajarkan agar melupakan kebaikan bahkan tidak perlu diketahui apa yang sudah diperbuat oleh tangan kita.
Ada suatu tulisan tentang ini yaitu tulislah di pasir semua perbuatan baikmu, dan tuliskanlah di batu semua perbuatan baik orang kepadamu. Artinya kita tidak perlu mengingat perbuatan baik kita kepada orang, sebaliknya ingatlah selalu perbuatan baik orang kepada kita.
Dalam hal ini seringkali orang dengan sombong mengatakan kalau bukan karena saya...
Anggaplah semua perbuatan baik kita sebagai kewajiban kita sebagai anak Tuhan terhadap sesama, sebaliknya kita harus mengingat semua perbuatan baik orang untuk teladan kita berbuat yang sama dan untuk bisa bersyukur bahwa masih ada Tuhan yang memperhatikan kehidupan kita.
Kita harus melupakan semua yang buruk untuk bisa terus maju dan merasakan berkat Tuhan yang selalu baru bagi hidup kita.
Tidak mudah melupakan semua yang buruk yang sudah terjadi dalam hidup kita, akan tetapi jika kita mau dan mengijinkan Tuhan menjamah kita, maka kita akan bisa merelakan semua sehingga tidak ada lagi rasa sakit itu walaupun teringat kembali, kita bisa tersenyum mengenangnya. Menangislah kepada Tuhan untuk terakhir kalinya saat merelakan semua kepahitan, kebencian untuk dibersihkan dan diganti dengan damai dan sukacita surgawi.
Jangan berharap balasan kepada manusia untuk semua kebaikan kita, bukankah lebih baik membiarkan Tuhan saja yang membalasnya.inilah kasih yang sebenarnya.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment