Ayub 1:8
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
Dijaman Ayub jumlah manusia sudah banyak, dan dari sekian banyaknya manusia, Ayub mendapat perhatian khusus dari Tuhan. Jika kita perhatikan dijaman sekarang ini sosial media sangat banyak penggunanya, sebenarnya tujuan utama para pengguna tersebut adalah ingin menarik perhatian. Berbagai cara dilakukan agar bisa viral. Merupakan kebahagiaan bagi orang yang banyak viewer/penontonnya, karena akan mendapatkan penghasilan.
Kembali ke Ayub yang mendapatkan perhatian khusus dari Tuhan, karena hidupnya yang saleh dan jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Jika kita mau seperti Ayub yang diperhatikan secara khusus oleh Tuhan :
Pertama, kita harus hidup benar seperti Ayub, saleh, jujur, takut Tuhan dan menjauhi kejahatan
Kedua, menyadari akan semua yang dimiliki adalah daripada Tuhan.
Ayub 1:21
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Ketiga, Tetap bersyukur dan tidak menyalahkan Tuhan ketika dicobai oleh iblis dengan penyakit dan penderitaan/kesusahan.
Ayub 1:22
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Ayub 2:3
Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan."
Kita tau dan mengenal Bp. Joko widodo sebagai presiden, tetapi apakah Bp. Joko widodo mengenal kita? Jika Presiden mengenal kita adalah suatu kebanggaan apalagi Allah mengenal kita dan memperhatikan kita.
Mari kita hidup saleh, jujur, takut Tuhan dan menjauhi kejahatan seperti Ayub agar diperhatikan dan disayang Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment