Friday, October 2, 2020

jangan kepoh

Yohanes 21:22
Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Ada istilah kata yang sering dipakai untuk menggambarkan tentang mencampuri urusan yaitu "kepo" 
Kata kepo sangat populer terutama di ibukota Jakarta. Teman-teman kami malah ada yang bikin group bernama group kepo. Sebenarnya arti kata kepo lebih ke negatif yaitu mau tau urusan atau suka membicarakan urusan orang lain. 

Banyak orang terkadang hanya sibuk mengurusi orang lain daripada dirinya sendiri. Memang lebih mudah mengkritik orang lain daripada diri sendiri. 

Oleh karena manusia egois,  dia selalu menganggap dirinya yang paling baik,  paling pintar dan lebih dari orang lain. Karena hal ini juga yang kemudian menimbulkan penghakiman terhadap orang lain. Tidak hanya itu akibatnya segala dosa seperti gosip,  fitnah, irihati dan lain sebagainya akan timbul karena sibuk akan urusan orang lain. 

Ketika Tuhan Yesus bersama-sama dengan murid-muridNya, Petrus menanyakan dan sangat ingin tau tentang masa depan murid yang dikasihiNya. Tuhan Yesus meminta Petrus untuk tidak kepo akan urusan orang lain. Tidak mencampuri urusan orang juga jangan disalah artikan dengan ketidakperdulian terhadap orang. Ada perbedaan diantaranya yaitu perduli karena kasih atau untuk dicemooh. 

Ada batas kita bisa terlibat akan urusan orang lain. Misalnya ada orang berkelahi,  tugas kita melerai mereka agar berdamai,  adapun sebab perkelahian atau harus bagaimana bukan urusan kita, tetapi jika mereka meminta kita membantu menyelesaikan baru kita perlu mengetahui urusannya dan berusaha tidak menghakimi. 

Perduli bukan berarti berhak untuk tau banyak atau mendetail atau memaksakan keinginan. Jika tidak berhubungan dengan kita,  jangan kita memaksakan ingin tau. 

Jangan menghakimi, jangan berasumsi,  jaga lidah  dari segala fitnah. Apa yang kita lihat atau dengar, jika belum pasti kebenarannya, jangan ikut campur atau kepo,  sekalipun ada yang tidak benar, jika bukan kapasitas kita atau urusan kita untuk ikut campur kecuali diminta oleh yang bersangkutan. Setiap perbuatan atau perkataan kita ada tanggungjawabnya. Jadi berhati-hati tidak hanya terhadap diri sendiri tetapi juga terhadap orang lain. 

Mulai hari ini mari kita belajar untuk tidak kepo atau mau tau urusan orang lain.  Perduli boleh tetapi ada batasnya. 
Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment