Monday, October 12, 2020

Bijaksana

Bijaksana
Matius 25:9
Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

Menjadi bijaksana tidaklah mudah. Ada beberapa tokoh di alkitab yang bijaksana dalam mengambil keputusan yaitu Raja Salomo ketika menyelesaikan masalah perebutan bayi oleh dua orang wanita yang karena suatu kesalahan salah satu dari mereka harus sehingga kehilangan bayinya. 

Bersikap bijaksana sepertinya kelihatan kejam,  contohnya ketika Raja memutuskan untuk membagi dua bayi yang diperebutkan,  lalu juga ketika lima gadis bijaksana tidak mau membagi minyaknya,  sikap tersebut kelihatan kejam atau tega,  tetapi sebenarnya tegas dan berprinsip. Untuk menjadi bijaksana, kita harus bisa membedakan antara kasih  dan kasihan. Untuk memahami ini kita akan ambil contoh keputusan Salomo akan membagi dua bayi yang diperebutkan,  jika kita tidak berfikir panjang pasti akan mengira dia kejam dan tidak punya kasih (tegas tidak berarti tidak ada kasih) , sebaliknya jika dia memutuskan berdasarkan kasihan, walau kelihatan baik tetapi bisa jadi akan salah hukum. Oleh sebab itu menjadi bijak harus punya prinsip tegas untuk mendapatkan kebenaran. Yang terlebih penting lagi adalah perlu hikmat dari Tuhan. 

Orang yang mau menerima nasihat dan didikan yang baik akan menjadikannya orang yang bijaksana dimasa yang akan datang. 

Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. 

Mari kita belajar menjadi orang yang bijaksana dengan selalu berdoa memohon hikmat dari Tuhan dalam mengatasi setiap masalah dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment