Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. (Ibrani 13:12)
Melihat dan mendengar kesaksian dari aktor pemeran Yesus dalam film The Passion of Christ menyadarkan kita bahwa pengorbanan Yesus terlalu berat dan besar bagi kita agar diselamatkan. Buktinya adalah dari ketakutan yang sangat sehingga mengeluarkan keringat seperti titik-titik darah.
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Lukas 22:44)
Rasanya dan pasti tidak ada manusia yang bisa melakukan apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan untuk kita yaitu menderita dan mati disalib.
Menyadari akan hal ini, kita tidak boleh lemah dan gampang berputusasa jika mengalami cobaan dan penderitaan selama menjadi pengikutNya, karena penderitaan yang jauh lebih berat sudah Yesus alami.
Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. (Ibrani 12:4)
Yesus tau beratnya bebanmu, pengorbananmu dan apa yang sedang kita rasakan disaat pencobaan dan masalah datang, apakah masalah keuangan?, kesehatan?, pekerjaan?, keluarga? dan lain sebagainya, belum seberapa dibandingkan apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan bagi kita. Tidak bisakah kita berkorban untukNya? Tuhan mau kita hidup kudus dan melakukan perintahNya. Tuhan sangat sabar kepada kita yang seringkali tidak setia dan berbuat sesuka hati sehingga menyakiti hatiNya.
Bisakah kita tidak egois? Bisakah kita bersabar menanggung penderitaan karena sakit ? hidup susah karena miskin? karena difitnah? atau dijauhi karena hidup benar? dan banyak lagi alasan yang bisa membuat orang putus asa. Sabarlah menanggung semua itu, karena Tuhan adalah kekuatan kita, disaat kita lemah kemuliaanNya nyata.
Tuhan akan memberikan kita kemampuan dan kekuatan untuk menanggung semua penderitaan kita, tiap tetes air mata kita tidak sia-sia, ditampungNya, Dia tau apa yang kita rasakan dan Dia sanggup memulihkan.
Jangan sia-siakan hidup kita hanya untuk mengejar kesenangan yang sementara dan melupakan yang kekal. Ingatlah selalu pengorbananNya bagi keselamatan kekal umat manusia yang percaya kepadaNya.
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. (Ibrani 12:3)
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment