Monday, September 23, 2019

Menanti janji Allah

Menanti janji Allah

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Galatia 3:29)

Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan dan melelahkan,  sehingga banyak orang yang tidak menyukainya.  Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk tetap setia dalam penantian.  Beberapa cerita di alkitab dapat kita jadikan contoh dan teladan untuk tetap setia dalam penantian. Janji Tuhan kepada Bapa Abraham dengan setia dinantikannya, walau lama dan bisa dikatakan mustahil akan terpenuhi secara pemikiran manusia.  Dan berkat kesetiaannya menunggu,  maka janji itu tergenapi,  walau dalam perjalanan menunggu ada kesalahan yang dilakukan, karena tidak sabar, dengan mengambil Hagar sebagai jalan keluar,  maksudnya ingin menolong Tuhan untuk terlaksananya janji itu,  akan tetapi kehendak Tuhan berbeda dengan apa yang manusia pikirkan. Dan Tuhan tidak pernah membatalkan janjiNya.

Janji Tuhan pasti digenapi,  jangan berpikir bagaimana,  setia saja menunggu sambil tetap melakukan yang terbaik dalam setiap usaha kita. Walaupun kita melihat rasanya tidak mungkin karena berbagai faktor misalnya sudah terlambat, sudah tua,  sudah tidak produktif dan lain sebagainya, tetapi kita semua tahu bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,  dan janji Tuhan adalah ya dan amin.

Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.  (Yosua 21:45)

Allah tidak pernah membatalkan janjiNya. Bahkan bagi orang percaya janji Tuhan menjadi perisai dalam kehidupan.

Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.  (Mazmur 18:30)

Milikilah iman dan percaya, bahwa janji Tuhan pasti akan digenapi. Bersabar dan bertekun menunggu,  tetap melakukan yang terbaik.

Waktu Tuhan pasti yang terbaik,  walau kadang tak mudah dimengerti, lewati cobaan kutetap percaya.
Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment