Ibadah yang sesungguhnya
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu. (1 Samuel 12:24)
Banyaknya tempat ibadah membuat orang harus memilih gereja mana yang akan dijadikan tempat ibadahnya. Memilih tempat ibadah harus dilakukan bagi orang yang mau sungguh-sungguh bertumbuh. Karena ada beberapa orang yang pergi ibadah hanya karena merupakan kebiasaan sebagai orang kristen, karena gerejanya bagus, karena musiknya lengkap, karena pendetanya ganti-ganti dan lain sebagai. Memang semua tergantung pada pribadi masing-masing, tetapi yang harus ditekankan disini adalah tujuan kita pergi ibadah untuk apa?
Kemana kita akan beribadah bukan asal beribadah, bukan gedung atau semua yang kelihatan secara fisik bagus, melainkan karena ditempat tersebut kita merasakan iman kita makin bertumbuh, kita merasakan hadirat Tuhan di gereja tersebut, dan selalu ada kekuatan atau semangat yang baru kita terima dalam setiap ibadah.
Banyak orang tidak menyadari arti beribadah yang sesungguhnya. Ada banyak motivasi orang beribadah, diantaranya :
- seperti mau ke supermarket mempersiapkan daftar keperluan atau keinginan, seperti minta kesembuhan, berkat untuk usaha, pendidikan, jabatan dan lain sebagainya.
- seperti baterai yang perlu dicharge, setelah enam hari bekerja atau berusaha, perlu Tuhan hanya dihari ketujuh.
- seperti orang mau menonton bioskop, kegereja seperti mau lihat pertunjukan.
Semua motivasi diatas tidak salah, hanya saja yang terpenting adalah tujuan utama kita beribadah ialah untuk bertemu Tuhan, bersyukur atas kasih dan anugerahNya dengan memuji Tuhan dan mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan hamba Tuhan sebagai pesan yang menuntun kita agar berjalan sesuai dengan kehendakNya.
Beribadah bukan untuk menyenangkan hati kita saja, melainkan sebagai kerinduan kita untuk bertemu Tuhan di rumah Tuhan dan mengucapkan rasa syukur kita atas kasih karuniaNya bagi hidup kita, juga ingin mengisi rohani kita dengan urapan yang baru. Karena ibadah tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi juga untuk memuliakan Tuhan dengan berbuat baik bagi orang lain karena itu adalah ibadah yang murni.
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. (Yakobus 1:27)
Ada yang mengatakan untuk beribadah tidak perlu kegereja, dirumah saja cukup, tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah.
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25)
Jika ibadah kita benar, maka semakin lama kita akan semakin baik, ibadah yang sesungguhnya akan merubah sifat lama yang tidak berkenan, dan menjadikan hidup kita lebih baik lagi.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment