Tulus seperti merpati
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)
Merpati adalah hewan yang setia.
Berbeda dengan beberapa hewan ataupun burung yang berganti-ganti pasangan untuk berkembang biak, merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Pasangan burung merpati biasanya satu untuk seumur hidupnya. Itulah alasan mengapa merpati kerap dijadikan sebagai lambang kesetiaan dalam hubungan.
Merpati sering diapakai sebagai lambang perdamaian oleh manusia dan sering digambarkan sedang memegang daun zaitun, menurut catatan dahulu merpati pernah dipakai untuk mengirim surat dengan mengikatkan surat di kakinya.
Contoh kisah di alkitab yang menggunakan burung merpati adalah Nuh dan air bah, untuk indikator kekeringan air pasca air bah.
menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. (Kejadian 8:11)
Seperti merpati bisa menjadi berkat atau penolong yang dapat diandalkan disaat diperlukan.
Sesudah Yesus dibaptis, roh Allah seperti burung merpati turun keatasNya.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, (Matius 3:16)
Roh Allah dilambangkan seperti burung merpati, hendaknya hidup kita juga bisa seperti merpati yang melambangkan kekudusan dan kemuliaan Allah.
Tahukah kalian burung merpati adalah burung yang tidak memiliki empedu, sehingga merpati tidak menyimpan kepahitan-kepahitan dalam hidupnya. Hal ini memiliki makna bahwa seseorang yang tidak memendam kepahitan dalam hidupnya, berarti dia adalah orang yang tidak menyimpan dendam terhadap siapapun.
Tulus seperti merpati, artinya setia dan tidak menyimpan dendam atau kepahitan, selalu membawa perdamaian.
Ular adalah hewan yang terkenal licik.
Ular adalah termasuk hewan berkarakter defensif, di mana ia akan menyerang manusia ketika merasa terancam.
Ular tidak akan langsung menyerang manusia saat berpapasan, melainkan memberi peringatan untuk menyingkir.
licik,lihai,agresip,ahli taktik dan strategi,sabar,ulet,cepat,tangkas.Ular paham kapan harus menyerang dengan diam diam dan kapan harus menunggu,padahal sebenarnya ularpun memiliki kelemahan,yaitu pandangan matanya terbatas,dan tidak memiliki kaki.
Renungan kali ini mengajarkan kita manusia untuk meniru kelicikan ular dalam arti yang positif yaitu punya strategi dalam menghadapi apapun, sabar dalam proses, tetapi tetap tulus seperti merpati yaitu setia dan tidak menyimpan dendam.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment