Thursday, May 2, 2019

Haters (pembenci)

Haters (pembenci)

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Kata haters sudah tidak asing lagi bagi pengguna sosial media. Sebenarnya istilah haters sudah ada sejak dahulu,  karena kita tidak bisa menyenangkan semua orang dan membuat orang suka kepada kita,  selalu ada yang tidak suka kepada kita dan hal itu manusiawi. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini selain Tuhan kita Yesus Kristus.

Apa yang harus kita lakukan terhadap haters?
Pertama,  kita harus bersabar menghadapinya dan mengampuninya.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)

Tidaklah mudah mengampuni orang yang sudah jahat kepada kita,  tetapi Tuhan Yesus mengajarkan agar kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Jika kita melakukannya,  maka damai sejahtera Allah ada dalam hati kita.

Kedua, tetap mengasihi dengan mendoakan. Melakukan hal ini juga tidak mudah  tetapi kalau kita mau menurut apa yang Tuhan Yesus ajarkan, maka Tuhan akan memulihkan luka hati kita dan memberikan sukacita dalam hidup kita. Sama seperti Bapa di sorga yang sempurna tidak pernah pilih kasih,  maka kita yang mau menjadi anakNya harus mengikuti perintahNya, dengan tidak membedakan orang karena berbagai alasan menurut pendapat kita pribadi,  akan tetapi mengasihi dengan kerelaan dan hati yang tulus ikhlas tanpa pertimbangan atau alasan pribadi.

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:45)

Tidak mudah menghadapi haters, sebisa mungkin tidak banyak berhubungan,  kendalikan emosi,  tetap berbuat baik,  ampuni dan doakan saja. Percayalah Tuhan akan mampukan kita menghadapi orang-orang yang tidak menyukai kita.

Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment