Saturday, September 1, 2018

Jalan Tuhan

Jalan Tuhan

Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.  (Amsal 10:29)

Semua orang pasti ingin setiap jalan yang dia tempuh lancar,  lurus dan mulus tidak berbatu dan berlubang,  tetapi tidak semua jalan bisa seperti itu,  jalan tol sekalipun terkadang ada hambatan. Begitu pula dalam perjalanan hidup kita, tentunya setiap orang mau agar jalannya lurus dan tidak ada hambatan. Namun kita tidak akan bisa tahu dan mengerti jika ternyata didepan kita ada hambatan,  bisa saja pada saat orang melewati jalan yang sama mulus, tidak ada hambatan,  tetapi kemudian pada saat kita melewatinya ada hambatan,  dalam hal ini bukan berarti kita yang salah, tetapi memang setiap orang akan berbeda dalam perjalanan hidupnya.  Arah tujuan kita sama tetapi kita bisa melewati jalan yang berbeda. Banyak hal yang membuat perbedaan jalan hidup manusia. Walaupun begitu semua ada dalam rencana Tuhan.

Ada rencana Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita.
Seperti bangsa Israel pada waktu mereka keluar dari Mesir (Horeb) ke Kanaan (Kadesh Barnea) ,  seharusnya kalau normalnya mereka bisa menempuh 11 hari jalan kaki.
"Sebelas hari perjalanan jauhnya dari Horeb sampai Kadesh-Barnea, melalui jalan pegunungan Seir."  (Ulangan 1:2), akan tetapi mereka menempuh sampai 40 tahun.  Walaupun begitu Tuhan tetap memelihara hidup mereka,  demikian juga dengan kita walaupun doa kita belum dijawab, tetapi selama kita menunggu, Tuhan tidak pernah meninggalkan,  kita tetap dipelihara dan dicukupi. Bersabarlah dalam mengikuti Tuhan. Disamping itu kita juga harus mengoreksi diri atas apa yang kita lakukan selama ini apakah sudah sesuai dengan jalanNya.

Tidak mudah mengikuti jalan Tuhan, terkadang  ada penderitaan yang harus kita hadapi,  seperti Paulus pernah lakukan bagi pengikut Tuhan.
"Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara."(Kisah Para Rasul 22:4)
Jangan takut terus melangkah dalam jalan Tuhan sebab Tuhan beserta dengan pertolongan Roh Kudus kita akan bisa berjalan dalam jalan Tuhan.

Saturday, August 18, 2018

Bertindak adalah wujud kasih

Bertindak adalah wujud dari kasih

Baru-baru ini ada peristiwa heroik dari seorang anak SMP Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Gama Marschal Lau yang lagi viral, karena aksinya yang luar biasa, saat itu, tengah berlangsung upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di sebuah lapangan di Kabupaten Belu. Tali yang sedianya mengibarkan Sang Saka Merah Putih putus, sehingga kegiatan upacara terhenti sejenak.Aksinya menyelamatkan upacara hari kemerdekaan yaitu dengan memanjat tiang bendera setinggi 23 m, untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih berkibar, pengorbanan yang luar biasa dimana nyawa adalah taruhannya jika dia terjatuh karena tanpa pengaman, tanpa alas kaki, dan tiangnya tinggi sekali.  Apa yang dilakukan anak tersebut spontan,  tidak terpikirkan oleh orang banyak dalam upacara tersebut, tetapi hati yang ingin menolong dari anak inilah yang menggerakkan dirinya untuk melakukannya tanpa menghiraukan keselamatannya,  karena kemampuannya dia pakai untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain. Akhirnya anak ini mendapatkan penghargaan dari Bapak presiden.
Dari kisah nyata tersebut bisa menjadi bahan renungan kita semua, manusia bisa menghargai orang yang rela berkorban bagi kepentingan negara dan bangsa, apalagi Tuhan kepada mereka yang mencintaiNya.Sebagai orang percaya, jika kita mau berkorban bagi Tuhan dengan memberikan segala kemampuan kita agar menjadi berkat bagi banyak orang, memuliakan Tuhan dengan hidup kita,  maka Tuhan akan menghadiahkan mahkota bagi kita.
Seperti yang dilakukan oleh anak tersebut diatas, tidak hanya melihat,  tetapi bertindak.
Hal ini juga yang dilakukan oleh Bp. Abraham dengan rela mau mengorbankan anaknya yang dikasihi untuk dipersembahkan (baca kej. 22)

Kiranya kita bisa menjadi pelaku firman dengan tidak mempertimbangkan untung rugi dalam setiap perbuatan.
Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, August 5, 2018

Bahagia

Bahagia itu sederhana

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  (Mazmur 1:1)

Apa yang dicari manusia di bumi ini?  Kebanyakan orang akan menjawab kebahagiaan.  Banyak cara dilakukan agar bisa berbahagia.  Bahagia itu sederhana tidak perlu dicari,  tetapi kita yang menciptakan. Bahagia adalah perasaan yang timbul dari dalam hati. Suasana hati sangat mempengaruhi kebahagiaan. Bagaimana membuat suasana hati kita senang tergantung kita. Jika kita bisa mengucap syukur dari hal yang paling kecil misalnya pada saat kita bangun kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup,  masih dapat bernafas,  masih bisa makan,  minum,  masih bisa berjalan,  karena ada orang yang tidak bisa mendapatkan seperti yang kita dapatkan. Ketidakpuasan hidup yang membuat orang tidak bahagia. Keinginan-keinginan kita yang tidak tercapai bisa membuat kita tidak bahagia. Kita bisa bahagia jika kita bisa menerima dengan sukacita segala yang terjadi dalam hidup kita dengan selalu berterima kasih kepada Tuhan atas setiap kejadian dalam hidup kita.  Nikmati apa yang ada dengan ucapan syukur,  maka kita akan selalu merasakan kebahagiaan. Jauhkan pikiran dari prasangka negatif, dalam kondisi buruk tetap berpikir positif. Ingatlah Tuhan selalu ingin yang terbaik bagi orang yang mengasihi dan dikasihiNya. 
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu
rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Orang yang hidupnya tidak benar pasti akan gelisah dan tidak tenang. Berbeda dengan orang yang hidup benar dan takut Tuhan,  maka akan ada ketenangan dan kedamaian dalam menjalani hari-harinya. Ketenangan dan kedamaian hatilah yang bisa membuat timbulnya kebahagiaan. Firman Tuhan dalam Yesaya 32:17 tertulis :
"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya"
Marilah kita hidup benar dan kudus.

Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa selalu bersyukur dalam segala hal.  Mereka yang bisa bersyukur adalah yang selalu optimis dalam menghadapi segala persoalan hidup.  Bisa melihat sisi positip dari masalah dan tidak gampang menyerah. Selalu bersukacita dalam segala perkara.  Seperti ajaran di alkitab dalam Filipi 4:4 :
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! "

Bahagia tidak selalu ditentukan dari banyaknya harta yang kita miliki. Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya takut akan Tuhan,  selalu memperhatikan perintah Tuhan, dan tidak melanggar.
Yesaya 48:18 tertulis:
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti"
Jika kita selalu melakukan perintah Tuhan,  maka kebahagiaan akan selalu menyertai hidup kita sekalipun susah kita tetap merasakan damai sejahtera Tuhan dihati kita.

Kebahagiaan setiap orang berbeda.  Ada yang bisa berbahagia hanya dengan makan tahu tempe,  ada yang baru merasa bahagia jika bisa makan di restoran mewah. Ukuran dan sudut pandang setiap orang berbeda dalam kebahagiaan. Masing-masing punya takaran kebahagiaan. 
Oleh sebab itu syukuri apa yang kita miliki.  jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kebahagiaan kita ditentukan oleh kita sendiri.
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:8)

Nikmati dan syukuri kehidupanmu,  maka terciptalah kebahagiaanmu.
"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya".  
(Mazmur 107:1)
Kiranya Tuhan selalu memberkati hidup kita. Amin

Saturday, August 4, 2018

Tuhan marah

Tuhan bisa murka.

Tuhan adalah Allah pencipta langit dan bumi,  Dia maha kuasa. Jika kita menyadari kemahakuasaan Tuhan, maka kita akan berhati-hati menjalani kehidupan kita. Mata Tuhan melihat segala perbuatan kita. Walaupun Tuhan mempunyai sifat maha pengasih dan penyayang,  tetapi juga Tuhan bisa murka.  Ada beberapa hal yang membuat murka Allah diantaranya:
- tidak menghormati kekudusan/kesucian. Di kitab 2 samuel 6:7 : Tuhan murka karena uza tidak menghormati kekudusan tabut Allah. 
"Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu."
Murka Allah bisa mengambil nyawa kita. 
- tidak menghormati orang pilihan Allah.  Ketika Daud memuji Tuhan dengan menari dihadapan orang banyak,  mikhal menganggap rendah Daud,  Tuhan murka kepadanya akibatnya dia mandul. 
"Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya"  (2 Samuel 6:23)
- orang yang menentang Tuhan akan membuat murka dan akan binasa 
"Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum. " (Keluaran 15:7)
- orang yang suka bersungut-sungut atau menggerutu membuat Tuhan murka.  Seperti yang dialami oleh bangsa Israel akibatnya mereka mengembara selama 40 th di padang gurun. 
"Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. " (Bilangan 11:1)
"Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah berbuat jahat di mata TUHAN. " (Bilangan 32:13)- 
- cemburu karena tidak menomorsatukan/mengutamakan Tuhan. Termasuk menyembah kepada dewa-dewa atau patung-patung. 
Banyak dari kita yang secara sadar atau tidak sadar karena kepentingan keluarga, pekerjaan ataupun kesenangan, sehingga tidak mengutamakan Tuhan. 
"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. "(Matius 10:37)
Kecemburuan bisa membuat Allah murka. Mereka yang lebih mengasihi apapun dibanding dengan Tuhan dianggap tidak layak.
"Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu. " (Ulangan 4:24)
mencobai Allah dengan tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya, bisa membuat Allah murka seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel.  Baca Mazmur 78:18-21
"Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka." (Mazmur 78:18)
"Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel," (Mazmur 78:21)
Masih banyak lagi hal yang membuat Allah murka. Hukumnya adalah kematian kekal. Sebagai orang percaya kita harus menghindari hal-hal yang membuat murka Allah, bertobat dari kesalahan dan hidup berkenan kepadaNya.

Karena Allah juga maha kasih, maka jika kita menyadari kesalahan dan mau bertobat,  Tuhan murkanya hanya sesaat tetapi selamanya kasih kemurahanNya kepada kita. 
"Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai"  (Mazmur 30:5)

Marilah kita menjaga hidup kita dari murka Allah. Tuhan Yesus memberkati. 

Sunday, July 29, 2018

Jangan lari dari masalah

Jangan lari dari masalah

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)

Renungan terambil dari kitab Matius 14 yaitu kisah lima roti dan dua ikan dengan kisah Yesus berjalan di atas air. 
Kejadian pada saat Yesus mengadakan mujizat dengan memberi makan lima ribu orang dari lima roti dan dua ikan.  Masalah dimulai ketika harus memberi makan kepada orang banyak yang mengikuti dan mendengarkan Yesus. Karena hari sudah larut malam, murid-murid menyarankan untuk menyuruh orang banyak pulang, tetapi Yesus menyuruh murid-muridnya memberi mereka makan sebelum pulang. Sesuatu yang sulit untuk memberi makan kepada ribuan orang,  karena sudah larut malam dan jauh dari perkampungan. Sehingga cara yang mudah adalah menyuruh mereka pulang.  Kebanyakan dari kita lebih suka lari dari masalah dari pada harus bersusahpayah menjalaninya,  padahal Tuhan ingin kita bersama denganNya memecahkan masalah kita.  Melalui apa yang kita punya Tuhan bisa pakai untuk menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa menjadi berkat. Tuhan mau kita membawa masalah kita kepadaNya dan menyerahkan potensi yang kita miliki kepadaNya ( "Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." (Matius 14:18)). Lima roti dan dua ikan oleh berkat Tuhan sanggup memberi makan lima ribu orang. Dia sanggup melakukan yang tidak pernah terpikirkan oleh kita.

Dikisahkan setelah peristiwa tersebut, Yesus meminta murid-murid menyeberang dengan perahu mendahului Yesus. Dalam perjalanan terjadi gelombang perahu mereka terombang ambing. Yesus datang  malah mereka mengira hantu, mereka ketakutan dan Petrus meragukanNya,Tuhan mau mengulurkan tanganNya untuk menolong bagi yang takut dan ragu. Yesus melakukan mujizat dengan meminta Petrus berjalan di atas air menghampiriNya,  tetapi disaat angin datang Petrus takut dan bimbang, maka diapun tenggelam dan berteriak "Tuhan tolong", Tuhanpun mengangkatnya. Demikian juga kita jika masalah datang jangan takut dan bimbang, percaya padaNya,mohon pertolonganNya,  maka Tuhan akan datang mengulurkan tanganNya. BersamaNya kita bisa melewati masalah kita. 

Walaupun selalu bersama dengan Yesus dan melihat banyak mujizat,  murid-murid baru mengakuiNya sebagai anak Allah. Pentingnya pengalaman pribadi dengan Yesus sehingga iman percaya kita tetap teguh, tidak terombang ambingkan oleh masalah yang datang. Sekali Yesus tetap Yesus.

Kiranya renungan ini bisa membuat keyakinan kita akan Yesus lebih teguh. Datang padaNya dan percayalah Yesus sanggup menyelesaikan masalah kita,  bahkan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena tiada mustahil bagi Tuhan sebab Dia Allah.

Lirik lagu berikut bisa menambah semangat kita dalam menjalani kehidupan.
BersamaMu Bapa kulewati semua
PerkenananMu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak membri pertolongan
AnugrahMu  besar melimpah bagiKu. 

Saturday, July 21, 2018

Proses Tuhan

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (2 Korintus 4:17)

Jika Tuhan mengijinkan kita
menderita, bukan karena dosa kita, itu artinya kita sedang diproses untuk menjadi yang terbaik. Yang namanya proses itu bukankah sesuatu yang mudah dan nyaman.  Seperti Bejana, dari tanah liat yang kotor, setelah mengalami begitu banyaknya proses, sampai dibakar dengan panas yang tinggi sampai akhirnya bejana tanah yang kotor itu pun menjadi Bejana yang indah dan bernilai tinggi.  Seperti itulah Tuhan memproses kita dengan berbagai masalah yang terjadi dalam hidup kita.  Tuhan ingin anak yang dikasihi menjadi bernilai. 
Karena kita anak Allah yang empunya langit dan bumi,  raja diatas segala raja.  Jalani proses yang terjadi dalam hidupmu dengan kesabaran,  maka engkau akan muncul bagai emas murni yang sangat bernilai. Sehingga nama Yesus dimuliakan lewat hidupmu.

Firman yang hidup

Firman Allah hidup

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.  (Ibrani 4:12)

Menyampaikan firman Allah bukanlah sesuatu yang mudah,  karena orang akan melihat pribadi yang menyampaikannya.  Seperti pedang bermata dua firman itu hidup sehingga tidak hanya berlaku bagi yg disampaikan tetapi juga bagi yang menyampaikannya.  Sertakan Roh Kudus dalam setiap perkataan yang akan disampaikan,  karena tanggung jawab kita bukan hanya pada pembaca atau pendengar terlebih kepada Tuhan sang empunya Firman itu. Yang kita sampaikan tidak hanya sekedar kata-kata tetapi harus dilakukan dalam kehidupan kita. 

Alkitab yang kita baca adalah firman yang hidup,  jadi jangan berhenti membaca, karena kita akan menemukan hal baru setiap harinya,  tentunya dengan tuntunan Roh kudus. Jika kita membaca firman itu seperti berbicara kepada kita.  Bahkan diayat yang sama diwaktu berbeda kita bisa mendapatkan pengertian yang berbeda itulah arti firman yang hidup. 

Dalam pelayanan firman yang kita sampaikan tidak hanya untuk orang supaya bertumbuh dan dikuatkan tetapi juga untuk kita bisa bertumbuh lebih dewasa secara rohani. 

Firman Allah hidup karena firman itu adalah Allah sendiri (Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  (Yohanes 1:1)) jadi barangsiapa melakukan firman adalah melakukan perintah Allah. Dan siapa yang memperhatikan firman artinya memperhatikan Allah akan diberkati.

"Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.  (Amsal 16:20)

Sebagai orang percaya marilah kita ikut memberitakan firman yang hidup seperti yang diperintahkan oleh para malaikat yang membebaskan rasul-rasul dari penjara ( "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak."  (Kisah Para Rasul 5:20))

Tuhan Yesus memberkati kita semua yang percaya akan firman yang hidup.