Tuesday, July 20, 2021

kebenaran

Kebenaran
2 Korintus 13:8
Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. 

Tidak mudah melakukan kebenaran,  lebih banyak orang melakukan pembenaran daripada melakukan yang benar sesuai dengan firman Tuhan. Contohnya seperti yang banyak dilakukan oleh beberapa anak Tuhan yaitu bercerai dan menikah lagi,  walaupun mereka tetap sebagai pengikut Kristus bahkan menjadi pelayan Tuhan. Saya tidak mau menghakimi, saya hanya bertanya kepada Tuhan bagaimana dan apa yang akan terjadi dengan mereka?
 
Ada juga yang tetap setia menurut firman Tuhan yaitu tidak menikah lagi walaupun sudah bercerai, karena jika dia menikah akan hidup dalam perzinahan. Dibutuhkan pengorbanan yang tidak mudah dilakukan, tetapi bisa jika mau berusaha dan dengan kekuatan dari Tuhan. 
Perhatikan ayat firman ini :
Markus 10:11-12
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Ayat di atas adalah kalimat yang diucapkan Yesus kepada murid-muridNya. Jangan berzinah merupakan salah satu perintah Allah yang tidak boleh dilakukan untuk bisa masuk kehidupan kekal (baca Matius 19:16-19)

Dari sini jelas apa yang dikatakan oleh ayat firman dari judul di atas bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa melawan kebenaran, tetapi melakukan untuk kebenaran. Jadi jangan berusaha melawan kebenaran dengan membenarkan diri tetapi harus berusaha melakukan kebenaran. Tidak mudah dan perlu pengorbanan. Apakah kita mau melakukan hal yang sia-sia selama hidup di dunia yang hanya sementara ini daripada kehidupan yang kekal nanti? Bukankah lebih baik menderita di dunia yang sifatnya sementara karena melakukan kebenaran daripada menderita selamanya dikehidupan yang kekal?

Marilah menjaga perbuatan kita dengan tidak melawan kebenaran,  tetapi melakukan kebenaran walaupun harus menderita karenanya. 

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment