Monday, April 12, 2021

lambat untuk marah

Lambat untuk marah
Yakobus 1:19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Sudah beberapakali saya pernah kehilangan barang, awalnya dulu emosi, dan curiga,  tetapi kemudian saya belajar untuk menguasai diri dengan diam sambil berdoa dalam hati, dan sambil mencari, jika tidak ketemu juga ya sudah pasrah aja, pasti nanti ketemu atau ada gantinya. Dan benar setelah beberapa lama barang tersebut kembali diketemukan, atau ada penggantinya. Dengan  demikian kita luput dari dosa karena marah dan sudah mencurigai orang.

Suatu hari anak kami kehilangan uang kas kantor sebesar lima ratus ribu rupiah dan setelah dicari tidak ketemu akhirnya harus diganti, ketika saya tanyakan dia hanya bilang mungkin ada memerlukannya. Jika kita mengalami kehilangan,  sebagian dari kita mungkin mulai emosi dan marah serta mulai mencurigai orang disekeliling kita, bahkan mulai menuduh terutama mereka yang tidak punya sebagai pelakunya, sebaiknya hal ini tidak kita lakukan, karena akan menimbulkan dosa jika salah. menduga. Ada baiknya kita berpikir positif saja bahwa ada yang memerlukannya dan berdoa.

Ketika emosi menguasai diri,  maka manusia cenderung cepat marah dan mengeluarkan kata-kata yang negatif.  Oleh karena itulah,  alkitab mengajarkan kita agar lambat untuk berkata-kata, artinya harus bisa menguasai diri dan bersabar jika ada hal yang memancing timbulnya emosi kita. 

Jika kita berpikir bahwa semua yang kita miliki adalah titipan yang Tuhan percayakan kepada kita, maka kita tidak akan mudah marah ketika titipan tersebut hilang,  bukan berarti kita tidak menjaganya dengan baik,  karena jika Tuhan ijinkan terjadi kehilangan entah dicuri  dan lain sebagainya, artinya ada yang memerlukannya dan biar menjadi berkat bagi orang lain.

Disaat emosi itu datang,  terlebih baik kita diam daripada banyak bicara, karena biasanya disaat emosi kata-kata yang keluar negatif,  yang akhirnya malah menjadi dosa karena tuduhan dan fitnah yang belum tentu benar. 

Belajar menguasai diri,  sabar dalam segala hal,  banyak mendengar, sedikit bicara seperti firman Tuhan ajarkan. 

Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment