Wednesday, March 17, 2021

tegar tengkuk

Tegar tengkuk
Keluaran 32:9
Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 

Apa sesungguhnya Tegar Tengkuk? Dalam Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan bahwa arti dari tegar tengkuk adalah keras kepala, tidak mau menurut. Dengan kata lain, tidak taat, tidak setia dan tidak patuh.

Jika kita membaca cerita dari bangsa Israel yang selama empat puluh tahun mengembara,  mulai keluar dari tanah Mesir sampai ke tanah perjanjian yaitu Kanaan,  banyak sekali kejadian dimana selama pengembaraan tersebut terjadi pelanggaran dan perbuatan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan. Tuhan mengatakan mereka sebagai Bangsa yang tegar tengkuk, yang bisa diartikan sebagai orang yang bebal atau susah diatur. 

Keluaran 33:3
yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan."

Tidak semua orang yang keras kepala buruk,  tetapi kebanyakan sifat tersebut membuat orang lain susah. Saya menemui orang yang keras kepala benar-benar menjengkelkan dan membuat marah orang disekitarnya,  karena jika keinginan orang tersebut belum diikuti atau dilaksanakan,  maka akan terus didengungkan sehingga membuat yang mendengarnya jengkel dan marah. 

Kekerasan hati membuat orang melakukan tindakan yang terkadang membahayakan dirinya. Misalnya orang tua karena merasa masih kuat, masih bisa berjalan tanpa tongkat, tidak berhati-hati, lalu memaksakan kehendak yang sebenarnya tidak perlu, akhirnya jatuh. Beberapa kejadian terhadap orang tua yang tidak mau diurus oleh anaknya, karena keras hati dan merasa bisa,  akhirnya banyak yg terjatuh dan meninggal seketika.  Bukankah ini membuktikan bahwa keras hati merugikan diri sendiri. Seharusnya kita sadar akan kelemahan kita sehingga tidak perlu mengeraskan hati untuk berusaha kuat dan bisa. 

Sudah wajib bagi yang kuat menolong yang lemah, yang kaya menolong yang miskin,  jadi jika kita lemah terimalah pertolongan dari yang kuat, jika kita miskin terimalah pertolongan dari yang kaya,  jangan keras kepala dan merasa mampu,  terimalah keberadaan kita dan hargai orang-orang yang dengan niat baik membantu menyeimbangkan proses dalam kehidupan ini agar berjalan dengan baik dan tidak mengeraskan hati yang akan merugikan diri sendiri.

Tuhan sudah mengatur semua yang terjadi agar ada keseimbangan,  kembali ke diri kita apa mau menjalani kehidupan dengan baik dan teratur seperti yang Tuhan mau bagi kita umat yang dikasihiNya. 

Yang penting adalah kita sadar akan diri kita dan mau menerima kekurangan atau kelemahan kita,  sebaliknya jika kita memiliki kekuatan atau kelebihan,  marilah kita bebagi dengan mereka yang lemah dan kurang. Saling mengisi dan berbagi,  tidak menjadi orang yang tegar tengkuk,  karena Tuhan tidak berkehendak. 

Tuhan Yesus memberkati




No comments:

Post a Comment