Mazmur 38:16
Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.
Berharap sampai kita mendapatkan jawaban tidaklah mudah, terkadang dalam proses perjalanan kita menjadi putus asa dan mencari jalan sendiri diluar kehendak Tuhan. Ingat Sarah yang tidak sabar terhadap pengharapan akan keturunan, sehingga memberikan Hagar kepada Abraham.
Tuhan menguji kita dengan kesabaran dan ketekunan dalam pengharapan. Jangan putus asa dan menjadi lemah selama penantian akan janji penyertaan dan pemeliharaan Tuhan akan hidup kita. Bahkan di detik terakhirpun kita harus masih bisa berharap janji Tuhan tergenapi.
Seringkali saya mengalami hal ini yaitu disaat belum ada tanda-tanda harapan terkabul, selalu ada suara dihati yang mengingatkan bahwa masih ada waktu dan percaya pasti selesai. Benar saja apa yang pernah dikatakan oleh salah satu hamba Tuhan, bahwa ikut Tuhan itu ngeri-ngeri sedap, dimana seringkali kita mendapatkan jawaban didetik terakhir. Karena itu jangan putusasa, tetap berharap sampai mendapat jawaban.
Mengapa harus menunggu sampai detik terakhir ini terjadi? Setelah saya renungkan, ternyata memang harus terjadi, supaya dengan kita setia menunggu, maka kita punya kepercayaan penuh akan kuasa Tuhan yang sanggup menjawab dan menyelesaikan setiap masalah yang terjadi. Dan jika kita mau taat dan setia, maka kita terhindar dari melakukan kesalahan karena ketidaksabaran dan ketidakpercayaan kita dalam setiap jawaban atas pengharapan kita kepada Tuhan.
Karena tidak sabarnya kita seringkali kita akhirnya melakukan kesalahan. Hal ini sama dengan kita tidak percaya penuh dengan Tuhan.
Mari kita melatih diri untuk bersabar menunggu jawaban sampai detik terakhir dari masalah kita. Percayalah Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendirian, pasti kita bisa melalui semua persoalan dan keluar sebagai pemenang.
Bisa saja kita atasi dan mendapatkan jawaban dengan kemampuan kita, akan tetapi hasil akhir dan ada akibat yang harus kita terima karena keputusan dengan mengandalkan kemampuan kita.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment