Monday, February 8, 2021

Hak orang lain

Hak orang lain
Imamat 19:10
Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu. 

Manusia diciptakan Tuhan dengan sangat sempurna baik fisik maupun rohani. Tuhan tidak hanya menciptakan manusia tetapi juga menyediakan semua kebutuhan manusia agar tetap baik secara fisik dan rohani. 

Sebagai manusia terkadang kita tidak bertanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan yang sempurna ini dengan tidak menjaga kesehatan atau hidup seenaknya,  bersikap egois dan serakah. Padahal Tuhan sudah menetapkan dan mengatur segala kebutuhan kita dan bagian masing-masing agar manusia tidak serakah dan pelit. 

Pada ayat firman diatas sudah ditetapkan oleh Allah bagaimana harus dilakukan oleh manusia agar hanya mengambil bagian utama dan menyisakan untuk yang lain. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk ingat kepada yang miskin dan menyisakan bagian untuk mereka dengan tidak mengambil semua bagian untuk sendiri, ada bagian orang lain yang Tuhan titipkan untuk kita berikan. 

Suatu hari anak kami kehilangan uang kas yang dipegangnya sehingga harus mengganti. Biasanya kalau ini terjadi kita mulai mencurigai dan memikirkan siapa dan dimana hilangnya, tetapi apa yang dikatakannya yah mungkin ada yang membutuhkannya dan Tuhan ijinkan itu terjadi. Ada pelajaran yang bisa saya ambil yaitu jika kita kehilangan sesuatu jangan menjadi stress dan mulai curiga sehingga menjadikan kita berbuat dosa,  tetapi harus merelakannya dan berfikir positif bahwa ada yang membutuhkan dan Tuhan ijinkan ini terjadi agar menjadi berkat bagi orang lain. 

Tuhan sudah mengatur dan menetapkan bagian kita dan bagian orang lain. Manusia harus sadar bahwa semua adalah titipan Tuhan yang harus kita kelola dengan baik sesuai porsinya. 

Terima kasih kepada Tuhan yang sudah memberi yang terbaik bagi kita dan mengingatkan kita untuk tidak pelit dan serakah melainkan harus berbagi dengan yang lain bukan dengan barang bekas tetapi menyisakan bagian yang lebih dari hasil yang Tuhan berikan. Artinya kita harus mencukupkan dengan yang ada, karena kalau bicara puas manusia tidak ada yang puas, padahal cukup tetapi kita selalu mau lebih dari cukup. 

Jika Tuhan memberikan lebih dari cukup,  artinya kelebihan itu untuk mereka yang membutuhkan. Hendaknya kita menjadi pelaku firman. 

Tuhan Yesus memberkati. 

No comments:

Post a Comment