Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:29)
Dalam kehidupan ini banyak kita temukan kebohongan atau kepalsuan. Karena itu kita memerlukan bukti agar orang percaya. Bukti tidak hanya berupa barang, akan tetapi juga berupa kesaksian. Inipun tidaklah mudah, karena bukti dan kesaksian bisa dibuat atau dipalsukan. Dijaman moderen sekarang dengan kemajuan tehnologi segala sesuatu mungkin dan hampir sempurna. Nafas kehidupan bisa diperpanjang dengan oksigen, hanya kematian yang tidak bisa dihentikan oleh manusia.
Berbanding terbalik dengan iman percaya kita kepada Tuhan. Kita percaya kepada Tuhan dengan hati, bukan karena bukti yang kelihatan, karena Tuhan tidak kelihatan. Kesaksiannya adalah apa yang kita alami bersama Tuhan, bisa berupa mujizat yang terjadi. Bukti dan kesaksian akan menguatkan iman percaya kita. Merasakan kehadiranNya dalam hidup kita lewat doa dan merenungkan firmanNya, kita akan merasakan Tuhan berbicara lewat firman yang kita baca dan renungkan.
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)
Doa tidak hanya diucapkan, tetapi diimani dengan keyakinan penuh kepada Tuhan. Kepasrahan kepada kehendak Tuhan sangat menentukan keberhasilan jawaban doa kita.
Marilah kita hidup karena percaya dan apa yang kita rasakan bukan karena apa yang kita lihat. Fokuslah pada kuasa Tuhan dan bukan pada masalah dalam setiap doa kita, karena Tuhan mengetahui setiap masalah kita.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
No comments:
Post a Comment