Orang kaya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Matius 19:23,24)
Banyak orang yang kepingin kaya, karena bisa membeli apa saja yang dikehendaki, bisa menikmati segala sesuatu. Sepertinya dan kelihatannya enak, nyaman dan nikmat jadi orang kaya. Tetapi firman Tuhan mengatakan kalau sukar bagi orang kaya masuk kerajaan sorga, kenapa demikian? Ada ayat firman dalam matius 6:21:"Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. "
Sukar karena kekayaan bisa mengikat sehingga memberi pengaruh negatif dalam kehidupan. Apakah itu ? diantaranya adalah : merasa punya kuasa, karena dengan kekayaannya bisa mengatur dan memerintah orang sesuai dengan kemauannya. Dengan kekayaannya orang merasa tidak perlu Tuhan. Dengan kekayaannya bisa merendahkan orang yang miskin. Tinggi hati atau kesombongan dan keegoisan banyak menguasai orang kaya. Hanya mereka yang sudah hidup dalam pertobatan dan kasih karunia Tuhan yang bisa menjadikan kekayaannya berkat bagi orang.
Suatu saat saya menonton drama yang menceritakan seorang wanita kaya yang jatuh cinta pada seorang pria yang sederhana. Bukan hal yang mudah bagi wanita ini untuk mewujudkan keinginannya mendapatkan pria tersebut yang menjalankan kehidupan normal, bebas tanpa aturan yang mengikat. Berbeda dengan wanita kaya tersebut yang harus menjaga kehormatan keluarga dan segala aturan yang mengikutinya, sorotan kamera dari media yang selalu mengikuti, belum lagi menghadapi gosip yang menimpanya, sehingga dia menderita depressi dan harus mengkonsumsi obat tidur agar bisa tidur. Dan dia tidak bisa menikmati kehidupannya karena berbagai aturan, harus menjaga martabat dan kedudukan serta harga diri. Mungkin kita melihat nyaman apa yang dialami oleh orang kaya dari kacamata kita. Tetapi sebenarnya banyak penderitaan didalamnya yang kita tidak ketahui atau tidak kelihatan. Banyak berita yang mengatakan orang terkenal dan kaya mati bunuh diri. Secara fisik kekayaan memberi kenyamanan akan tetapi belum tentu memberikan kenyamanan batin seseorang. Ternyata kekayaan juga bisa membuat orang depressi. Dari sini saya belajar bahwa kehidupan ini ada dua sisi yaitu positif dan negatif, jasmani dan rohani. Terpenuhinya kebutuhan jasmani belum tentu secara rohaninya juga. Jangan bangga dengan apa yang kita punya, tetapi bangga dengan pemberiNya yaitu Tuhan. Hanya kasih karunia yang memampukan kita menikmati berkat Tuhan. Demikian juga dengan orang miskin mungkin secara jasmani kurang, tetapi secara rohani, mereka merasa bahagia karena bebas bisa makan apapun tanpa takut sakit, bisa tidur nyenyak tanpa obat, bebas melakukan kegiatan tanpa takut digosipkan dan lain sebagainya. Ada kekurangan dan kelebihan.
Renungan kali ini mengingatkan pada kita, Tuhan tidak melarang kita kaya, Firman Tuhan menjadi pegangan kita agar tidak tergantung pada harta kekayaan, bersyukur kalau kita punya harta tetapi tidak terikat, bahkan bisa menjadi berkat, sebaliknya jika tidak punya tetap bersyukur atas kehidupan ini. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan karena Tuhan adil, hanya kita manusia harus bisa bersikap sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan, tidak hanya bicara jasmani tetapi juga rohani supaya ada keseimbangan.
Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment