Hidup ini indah
Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. (Mazmur 25:13)
Pernahkah kita merasa semua yang kita lakukan selalu salah, padahal yang kita lakukan sudah yang terbaik. Sangat mengesalkan kita jika hal ini terjadi. Jangan berhenti, lakukan saja bagianmu dan buat yang terbaik. Suatu hari saya akan membuat pisang goreng, sebelum saya memasukan pisang keadonan tepung sudah banyak permintaan, ada yang minta pisangnya utuh tidak dipotong-potong, ada juga yang minta pisangnya dipotong-potong, tidak ada yang salah, saya hanya berpikir bahwa mau dipotong atau tidak sama saja hasilnya pisang goreng dan rasanya tidak akan berubah hanya bentuknya saja yang berbeda, masalahnya adalah kenapa orang harus marah dan jengkel jika tidak sesuai dengan keinginan yang menurut saya tidak penting. Manusia suka sekali membesarkan persoalan kecil dan sepele yang sama sekali tidak penting.
Keinginan itulah yang membuat hidup ini rumit padahal kalau kita mau menerima apa adanya semuanya akan mudah dan tidak ada perdebatan karena perbedaan yang tidak penting. semua hanya soal selera yang cuma sebentar. Walaupun cuma kenikmatan sebentar tetapi akibatnya bisa sangat besar jika tidak dituruti bagi yang cara berpikirnya tidak simple.
Kecuali apa yang kita perdebatkan adalah sesuatu yang akan sangat mempengaruhi kehidupan kita dimasa yang akan datang, maka kita bisa mempertahankan prinsip itu. Tetapi jika hasil akhirnya sama cuma cara yang berbeda tidak perlu diperdebatkan, hanya akan menimbulkan emosi yang berakibat tidak baik bagi kesehatan kita.
Seringkali kita tidak sadar mempersoalkan hal sepele hanya karena cara atau model yang tidak cocok padahal tidak penting.
Ada satu contoh yang juga terjadi di alkitab ketika Yesus menyembuhkan orang lumpuh dengan mengatakan
Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? (Markus 2:9)
Kedua kalimat yang Yesus katakan berbeda tetapi sama tujuannya untuk kesembuhan orang lumpuh itu. Ahli taurat mempermasalkan kedua kalimat tersebut dengan tujuan ingin mencari kesalahan.
Ketika keinginan tidak sesuai jangan berkecilhati dan putus asa, tetapi koreksi apakah keinginan itu hanya untuk kepuasan pribadi atau ada manfaat yang baik. Kalau bermanfaat berjuanglah mencapainya dan percaya ada waktunya itu akan tercapai, tetapi jika keinginan itu tidak baik hasilnya tinggalkan dan buang jauh dari kehidupan.
Kiranya kita isi kehidupan yang sementara ini dengan kebahagiaan yaitu melakukan banyak hal positif dan membuktikan bahwa hidup ini indah bersama Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
No comments:
Post a Comment