Hamba uang
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10)
Manusia dijaman sekarang sangat perlu uang, karena segala kebutuhan hidup harus dibeli dengan uang. Tanpa uang kita akan susah melakukan segala aktivitas kehidupan. Bahkan untuk membuang sampah saja pakai uang. Apa yang dicari manusia adalah uang. Uang bisa menentukan hidup mati seseorang didunia ini. Jika kita jadikan uang segalanya, maka kita akan menjadi hamba uang. Tetapi jika kita tidak bergantung dengan uang, maka uang tidak akan menguasai kita. Sebelum kita membahas lebih dalam masalah uang, mari kita baca 2 Timotius 3:2-4 : "Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. "
Ayat diatas mengungkapkan bahwa begitu banyak keburukan yang akan terjadi jika kita mengutamakan uang dalam hidup kita. Kita butuh uang, tetapi jangan jadikan uang yang terutama dalam hidup kita. Jikalau karena uang membuat kita susah, tidak ada damai, tidak bisa tidur dan lain sebagainya itu artinya uang sudah menguasai hidup kita. Apalagi sampai tidak menurut Tuhan karena uang. Jangan kita mempertahankan sesuatu yang sudah menyusahkan dan menyengsarakan hidup kita. Jalani hidup dengan penuh sukacita tidak terikat dengan apapun yang bisa menghilangkan damai sejahtera kita. Saya dulu juga begitu terikat dengan barang-barang berharga saya, sehingga saya tidak pernah mau kehilangan, saya mempertahankannya dengan berbagai cara, dan itu tanpa sadar telah membuat saya menderita karenanya. Kemudian saya sadar sekarang saya sudah tidak terlalu memperhatikan artinya memiliki atau tidak memilikipun biasa saja. Ada juga teman saya yang begitu menyayangi rumah peninggalan suaminya, sampai untuk kehidupan sehari-hari harus meminta kesana kemari, padahal dengan menjual rumahnya dia bisa hidup nyaman dan tenang, akhirnya rumah tersebut dijual oleh anak angkatnya diambil semua dan hanya sebagian untuk biaya berobat dia dan dia sekarang menumpang dan harus rutin cuci darah. Prinsipnya simpel saja ada atau tidak ada, tidak masalah, karena apa yang kita punya selama di dunia ini hanyalah titipan, keberadaannya jangan mempengaruhi/mengikat kehidupan kita, pergunakan dengan baik, bersyukur selalu dengan yang ada. Selalu percaya Tuhan pasti menyediakan yang kita perlukan. Dan percaya akan janji Tuhan, bahwa Tuhan pasti memelihara kita dan tidak pernah meninggalkan kita.
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. (Pengkhotbah 5:10)
Seperti kata ayat di atas saya menemui orang yang tidak pernah puas dengan kekayaan yang sudah dia miliki sehingga tanpa memperdulikan dirinya dia terus mengejar kekayaan. Akibatnya dia harus kehilangan nyawanya karena terlalu lelah bekerja.
Ayat diatas juga banyak terjadi dalam kehidupan orang-orang yang memburu uang, melakukan banyak kejahatan hanya karena uang, menyiksa diri hanya karena uang, sehingga hanya penderitaan dan duka yang terjadi dalam hidupnya. Jangan sampai uang menjadikan kita hamba dan menguasai hidup kita. Kita harus hidup bersyukur dengan apa yang ada.
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak menjadi hamba uang tetapi menjadi tuan atas uang, menguasai uang dan bukan dikuasai oleh uang. Bukan uang fokus hidup kita, tetapi Tuhan yang merupakan sumber berkat kita.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment