Thursday, June 27, 2019

Cerdik dan tulus

Cerdik dan tulus

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)

Cerdik dan tulus adalah kesatuan sikap yang harus kita lakukan karena ada dalam firman Tuhan. Cerdik mempunyai arti panjang akal. Cerdik bisa diartikan licik. Tetapi yang harus kita lakukan adalah cerdik dan tulus bukan cerdik atau licik dengan maksud negatif atau jahat.
Contohnya :
Baca 1 samuel 16 : 2
Pada saat Tuhan menyuruh Samuel untuk mengurapi Daud bukan Saul. Samuel takut akan dibunuh Saul tetapi Tuhan meminta Samuel bersikap cerdik yaitu, dengan mengatakan akan mempersembahkan korban, dan memang mempersembahkan korban sambil menunggu orang yang Tuhan pilih untuk diurapi sebagai raja pengganti Saul.

Tindakan ini yang disebut cerdik dan tulus,  panjang akal tetapi tidak berbohong atau menipu.

Banyak dari kita melakukan kebohongan demi kebaikan,  bagi Tuhan kebohongan tetaplah dosa. Tidak ada bohong putih atau bohong kecil. Tuhan ingin kita cerdik tetapi tulus tidak menipu atau berdusta.

Ada beberapa hal dikehidupan ini yang memerlukan kecerdikan untuk mencapai tujuan,  karenanya walaupun begitu tetap dijalan yang benar, berdoa minta hikmat dari Tuhan, sehingga berkat Tuhan tetap terjadi.

Tuhan memberi kita akal untuk dipergunakan dengan baik dan benar. Tidak cukup hanya dengan kepandaian tetapi juga dengan hati yang tulus.
Dengan demikian nama Tuhan dipermuliakan lewat hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Monday, June 24, 2019

Mengasihi musuh

Mengasihi musuh

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (Lukas 6:27)

Ada prinsip yang beberapa orang terapkan dalam kehidupan mereka yaitu jika seseorang baik maka dia bisa lebih baik,  tetapi jika orang tersebut jahat dia akan bisa lebih jahat. Prinsip tersebut tidak berlaku bagi kita orang percaya,  karena Yesus mengajarkan untuk mengasihi orang bahkan musuh sekalipun.

Tidaklah mudah melakukan firman ini,  jika hati kita terlalu sakit dan menyimpan sakit hati itu. Ada kalimat bagus yang bisa kita pakai untuk dijadikan moto yaitu "tuliskan di atas pasir semua yang buruk dan menyakitkan,  tuliskan di atas batu semua yg baik". Melupakan hal yg buruk dan mengingat hal yang baik  akan menenangkan hati.

Janji Tuhan akan mendamaikan kita dengan musuh jika kita hidup berkenan kepada Tuhan.

TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.  (Amsal 16:7)

Kebanyakan dari kita mengucapkan syukur jika musuh kita terkena musibah atau celaka,  tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membiarkan bahkan menolong musuh kita.

Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. (Keluaran 23:5)

Mulai hari ini kita mau belajar hidup berkenan kepada Tuhan, mengasihi orang yang sudah membenci, merugikan, memfitnah dan semua hal yang membuat sakit hati dengan melupakan yang sudah terjadi, memberkati dengan mendoakan yang terbaik baginya. Mohon pertolongan Tuhan agar diberikan kemampuan mengampuni dan mengasihi dengan sepenuh hati agar tidak ada beban sakit hati dan kepahitan.

Tuhan Yesus memberkati kita.

Thursday, June 20, 2019

Tuhan pasti buka jalan

Tuhan pasti buka jalan

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia:Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (Wahyu 3:7)

Tuhan kita adalah Allah yang maha kuasa,  segala sesuatu bisa terjadi tanpa bisa kita hindari.  Jika Tuhan sudah membuka jalan,  tidak ada satu hal apapun bisa menutupnya, mungkin ada yang menghalangi akan tetapi semua pasti bisa dilewati,  karena Tuhan sanggup membuat pintu yang baru buat kita.

Dalam proses kehidupan kita akan ada rintangan yang menghalangi tercapainya tujuan kita.  Dijalan tol yang bagus dan bebas hambatan sekalipun bukan berarti tidak ada kecelakaan. Sekalipun ada hambatan dijalan, jika Tuhan beserta kita,  maka pintu yang baru akan terbuka bagi kita , sehingga semua akan berjalan lancar.

Pada saat kami memulai usaha yang baru,  kami menyerahkan semuanya kedalam tangan Tuhan agar berjalan sesuai kehendakNya. Agar usaha kami tidak sia-sia,  tidak rugi,  agar menjadi berkat. Walaupun dengan modal minim,  bagaikan lima roti dan dua ikan,  akan tetapi oleh berkat dari Tuhan akan bisa memberi makan lima ribu orang. Kami belum paham betul dan belum berpengalaman akan bidang usaha yang akan kami jalani,  tetapi atas penyertaan Tuhan banyak yang membantu kami dalam usaha ini, sehingga selalu terbuka jalan baru.  Memamg tidak selalu mulus,  kadang ada masalah, kita tidak boleh panik,  duduk diam dibawah kaki Tuhan berdoa, mohon pimpinannya,  maka akan ada jalan keluar. Tuhan hanya mau kita tidak memaksakan kehendak kita,  jika ada jalan yang tertutup,  maka artinya Tuhan tidak berkenan, dan percaya akan ada jalan baru.   Karena masih usaha baru, maka banyak pertimbangan yang kami lakukan,  dengan pertolongan Tuhan, semua berjalan seperti sudah disediakan atau disiapkan.  Kami dikelilingi dengan orang-orang yang baik. Tak habis rasa syukur kami kepada Tuhan Yesus atas berkat anugerah dan penyertaanNya pada awal usaha kami..

Tuhan bisa membuka jalan buntu yang kita hadapi. Jangan takut dan percaya bersama Tuhan kita bisa melewati rintangan didepan.  Tetap andalkan Tuhan,  berserah,  lakukan yang terbaik dan benar,  maka Tuhan pasti menolong kita.

Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." (Ulangan 31:8)

Tuhan memberkati kita semua.

Tuesday, June 18, 2019

Jangan bosan

Jangan bosan

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:7)

Segala sesuatu jika kita lakukan berulangkali,  maka akan menjadi kebiasaan yang tidak terlupakan,  bahkan terkadang secara otomatis terjadi.

Jika kita rajin melatih dan disiplin,  maka apapun bidangnya akan berhasil dengan baik. Jika kita sering mendengarkan lagu,  maka tanpa berusaha mengingatnya kita akan otomatis ingat

Demikian juga dalam memberikan nasehat kepada anak-anak, kita jangan bosan,  terus lakukan agar tertanam secara tidak disadari oleh anak-anak tersebut karena sering mendengarnya.

Tidak perlu kepintaran,  sesuatu yang berulangkali dilakukan akan mudah diingat siapapun, terutama anak-anak yang sangat pandai meniru segala sesuatu dari orang didekatnya.
Teladan yang baik bagi anak adalah orang tuanya.

Ada pepatah yang mengatakan "bisa karena biasa". Apapun jika kita terbiasa,  maka akan bisa. Jika biasa berbahasa Inggris,  maka akan bisa bahasa Inggris.  Jika biasa memasak,  maka akan bisa memasak dan lain sebagainya. Belajar membiasakan diri melakukan yang baik seperti berkata baik,  berlaku baik maka akan menjadi orang baik. Sebaliknya jika biasa berbuat tidak baik,  maka bisa jadi orang jahat.

Mari kita terus belajar dengan tidak bosan melakukan yang baik dalam segala hal,  maka yang terbaik akan kita dapatkan.
Tuhan Yesus memberkati

Friday, June 7, 2019

Menguasai lidah

Menguasai lidah

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.  (Amsal 18:21)

Perhatikan artikel dibawah ini :
Suatu hari ada pengembara masuk
kedalam sebuah Klenteng yg berada didekat pantai._
Dia menuju kealtar, dan berkata pada dewa yg ada disana,_
"Apakah boleh kita bertukar posisi?. Saya menjadi Dewa dan Engkau menjadi Pengembara".*_
Dewa menjawab, Boleh saja, hanya ada satu syaratnya, yaitu_
*Jangan sekalipun kamu berkata kata.*
Pengembara itu menyetujui. Lalu naiklah dia duduk dialtar tsb._

_Hari pertama, datanglah seorang kaya, dia sembahyang memohon agar rumah tangganya bahagia, lalu bersujud tiga kali._
_Ketika itu, dia tak sadar dompetnya terjatuh. Pengembara itu ingin memberitahu, tapi ingat janjinya, maka dia diam saja. Orang kaya itu pun pergi meninggalkan kelenteng tsb._
Siangnya datang seorang yg sangat miskin, sembahyang memohon agar diberi rejeki, dia sedang butuh uang, anaknya sakit, butuh dana berobat._
_Ketika bersujud, dia melihat dompet yg penuh berisi uang, sungguh Dewa memberi mujijat. segera dipungutnya dompet itu._
Pengembara ini ingin berkata, itu bukan mujijat dewa, tapi lagi lagi dia ingat janjinya. Orang miskin itupun keluar dengan penuh sukacita._
Tak lama kemudian datang seorang nelayan._
_Mohon dilindungi agar hari ini selamat berlayar dan dapat hasil banyak._
_Sewaktu nelayan bersujud, datanglah Si Orang Kaya tadi dengan panik mencari dompetnya yg jatuh._
_Ia menuduh nelayan itu yg mengambil dompetnya._
_Ribut besar, bahkan mulai saling mengancam akan membawa kasus mrk ke polisi._
Si Pengembara pun tidak tahan lagi untuk tidak berkata, ia lalu berteriak, ”Hentikan, hentikan, jangan ribut lagi"._
_Dan menceritakan kejadian yg sesungguhnya._
Mrk berduapun berhenti bertengkar, dan Si Orang Kaya mengejar Si Orang Miskin yg baru saja tiba didepan pintu gerbang  kelenteng dan dengan dibantu oleh Si Pengembara menjelaskan duduk masalahnya, si orang kaya mengambil kembali dompetnya dan Si Miskin yg akhirnya gagal membeli obat untuk anaknya yg sedang sakit._
Karena pertengkaran telah usai si Nelayan pun dengan hati kesal sambil bersungut sungut terus pergi melaut._
Merasa dirinya sudah berhasil meluruskan masalah yg terjadi Si Pengembara dengan hati gembira naik kembali ke altar untuk memerankan dirinya sebagai Dewa._

*_Seringkali kita merasa benar, merasa bisa memberi keadilan. Padahal, apa yg sesungguhnya akan terjadi, kadang kita tidak tahu sama sekali._*
Esoknya Dewa tsb muncul kembali, memanggil Si Pengembara ”Lebih baik kamu kembali jadi Pengembara sajalah, kamu tidak bisa menjaga mulutmu. Apakah kamu tahu, *MENJAGA MULUT ADALAH PROSES MEREVISI DIRI YG PALING TINGGI.*"_

*_"Gara gara kamu sembarang bicara, sok pinter, tidak bisa menjaga mulut kamu." Tahukah kamu apa akibat yang terjadi dari kelancangan mulutmu itu?._*
Orang kaya akhirnya jadi kehilangan kesempatan untuk berbuat amal.
Orang miskin, tidak jadi dapat rejeki, anaknya yg sakit akhirnya meninggal karena ayahnya tak mampu membeli obat.
Nelayan tsb jika saja dia berurusan dengan polisi, tentu akan membuatnya gagal melaut, dan jiwanya akan terselamatkan, hari itu akhirnya ia harus meninggal karena kapalnya tenggelam tersapu ombak, dia berlayar ketengah laut yg berbadai besar.

*Kadang kala ada baiknya, biarkanlah semua berjalan secara alamiah.*
Kita harus bisa menjaga mulut kita untuk tidak mencampuri urusan orang lain bukan berarti membiarkan sesuatu yang salah didepan mata kita,  akan tetapi perlu hikmat untuk meluruskan yang salah,  karena semua yang terjadi didalam dunia ini sudah ada yang mengaturnya,  cukup kita melakukan bagian kita dan tidak bertindak seolah apa yang kita lakukan adalah baik dan berguna,  karena terkadang sesuatu yang buruk Tuhan ijinkan terjadi untuk mendatangkan kebaikan. Apa yang kita pikir baik belum tentu sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan. Tidak juga kita menjadi egois hanya memikirkan diri sendiri tetapi ada saat kita melakukan bagian kita dan ada saat kita memperhatikan dan menjadi berkat bagi orang lain. Karena kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Tetap berjaga-jaga dan berdoa dalam setiap hal yang akan kita lakukan.

Tuhan Yesus memberkati.

Friday, May 31, 2019

Hormati orang tua

Hormatilah orang tua

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.  (Keluaran 20:12)

Kalimat diatas jelas mengatakan kepada kita untuk menghormati ayahmu dan ibumu (orang tua) supaya panjang umur.
Menghormati orang tua adalah salah satu perintah Tuhan yang terdapat di sepuluh hukum taurat Tuhan.  Karena itu sangat penting bagi kita untuk melakukannya. Kalau kita bisa menghormati orang tua kita,  maka kita pasti juga bisa menghormati orang yang lebih tua dari kita.
Dijaman sekarang semakin banyak anak-anak yang tidak menghormati orang tuanya, bahkan banyak yang melawan orang tua,  menganggap orang tua kuno dan ketinggalan jaman.

Kalau kita tidak melakukan perintah Tuhan,  maka selain kita mendapat hukuman di bumi tetapi juga dikehidupan nanti.

Ada kejadian di kitab 2 raja-raja pasal 2 ayat 23-25, tentang anak-anak yang mencemooh Elisa.  Elisa adalah orang yang lebih tua dan dia adalah seorang pengikut nabi Elia yang setia, oleh karena itu roh nabi Elia menghinggapinya,  sehingga Elisa bisa dikatakan penerus nabi Elia. Jadi bisa dikatakan juga sebagai nabi Allah. Seorang nabi adalah wakil Allah di bumi,  maka kita harus menghormati,  tetapi apa yang dilakukan oleh anak-anak di Betel mereka mencemoohnya dengan mengatakan botak,  akhirnya mereka harus menerima hukuman dengan dicabik-cabik oleh beruang, jumlah mereka tidak sedikit, tetapi sebanyak empat puluh orang.

Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.  (2 Raja-raja 2:24)

Dari cerita tersebut banyak pelajaran yang kita ambil,  bahwa kita harus menghormati orang yang lebih tua dari kita,  terlebih jika orang itu adalah hamba Tuhan. Demikian juga sebagai orang tua,  kita patut mengajar kepada anak-anak kita untuk menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.  Mungkin ada yang menganggap lucu cemoohan itu,  tetapi bagi kita tidak, kita tidak boleh membiarkan perkataan yang negatif untuk dikatakan pada orang lain terutama orang yang lebih tua dari kita. Tuhan tidak akan mentoleran masalah ini,  karena ada di firman Tuhan. Hanya perkataan yang positif, baik dan membangun yang harus keluar dari mulut kita. 

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. (Efesus 4:29)

Marilah kita belajar menghargai dan menghormati orang lain,  terlebih kepada orang yang lebih tua dari kita. Menjaga setiap perkataan kita
Tuhan Yesus memberkati.

Saturday, May 25, 2019

Taat dan setia akan firman Allah

Taat dan setia akan firman Allah

Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.  (Amsal 13:13)

1 Raja-raja 13:1-25 menceritakan tentang abdi Allah dari Yehuda yang mendapat perintah untuk melakukan firman Tuhan pada masa pemerintahan raja Yerobeam. Ketaatan dan kesetiaannya kepada perintah Tuhan tidak bertahan. 

Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu."  (1 Raja-raja 13:9)

Ayat diatas adalah perintah Tuhan kepadanya. Awalnya setelah melaksanakan tugasnya dia taat perintah Tuhan, sewaktu diajak singgah makan dan minum oleh Raja, karena sudah menolong tangannya yang kejang.

Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu."  (1 Raja-raja 13:9)

Tetapi kemudian ketika seorang nabi mengajak dia kembali untuk kerumahnya dan makan,  awalnya dia menolak (1 raja-raja 13:17).

Setelah nabi itu membohonginya dengan mengatakan bahwa malaikat atas perintah Tuhan meminta dia kembali dan makan bersamanya, akhirnya dia ikut nabi tersebut. Abdi Allah tersebut harus menanggung akibat pelanggaran terhadap perintah Tuhan.

Ketika membaca cerita ini saya bertanya dalam hati kepada Tuhan,  Tuhan kan abdi Allah tersebut dibohongi sama nabi tua itu,  kenapa dia dianggap melanggar perintah Tuhan? 

Kemudian seperti mendapat jawaban bahwa kita harus selalu taat akan perintah Tuhan, sekalipun seorang hamba Tuhan yang dengan mengatasnamakan Tuhan, mengatakan yang berbeda dari perintah Tuhan. 

Sepertinya apa yang dialami abdi Allah tersebut kejam,  akan tetapi setelah direnungkan, adalah benar bahwa tidak ada alasan (walau dibohongi), bagi yang melanggar perintah Tuhan.

Jangan kita percaya, tetap ikut perintah Tuhan. Bukan berarti kita tidak percaya dengan hamba Tuhan, tetapi jika itu berbeda dengan perintah Tuhan kita harus mengujinya,  apakah benar  dari Tuhan?  Karena sesungguhnya firman Tuhan ya dan amin,  Tuhan tidak berubah-ubah dalam memberikan perintah. Kita harus baca firman Tuhan agar tahu kebenaranNya. 

Jadi kita harus tetap taat dan setia dalam menjalankan perintah Tuhan, jangan goyah lakukan dengan setia. Utamakan Tuhan daripada manusia.

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. (Kisah Para Rasul 5:29)

Tuhan Yesus memberkati