Sunday, August 5, 2018

Bahagia

Bahagia itu sederhana

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  (Mazmur 1:1)

Apa yang dicari manusia di bumi ini?  Kebanyakan orang akan menjawab kebahagiaan.  Banyak cara dilakukan agar bisa berbahagia.  Bahagia itu sederhana tidak perlu dicari,  tetapi kita yang menciptakan. Bahagia adalah perasaan yang timbul dari dalam hati. Suasana hati sangat mempengaruhi kebahagiaan. Bagaimana membuat suasana hati kita senang tergantung kita. Jika kita bisa mengucap syukur dari hal yang paling kecil misalnya pada saat kita bangun kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup,  masih dapat bernafas,  masih bisa makan,  minum,  masih bisa berjalan,  karena ada orang yang tidak bisa mendapatkan seperti yang kita dapatkan. Ketidakpuasan hidup yang membuat orang tidak bahagia. Keinginan-keinginan kita yang tidak tercapai bisa membuat kita tidak bahagia. Kita bisa bahagia jika kita bisa menerima dengan sukacita segala yang terjadi dalam hidup kita dengan selalu berterima kasih kepada Tuhan atas setiap kejadian dalam hidup kita.  Nikmati apa yang ada dengan ucapan syukur,  maka kita akan selalu merasakan kebahagiaan. Jauhkan pikiran dari prasangka negatif, dalam kondisi buruk tetap berpikir positif. Ingatlah Tuhan selalu ingin yang terbaik bagi orang yang mengasihi dan dikasihiNya. 
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu
rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Orang yang hidupnya tidak benar pasti akan gelisah dan tidak tenang. Berbeda dengan orang yang hidup benar dan takut Tuhan,  maka akan ada ketenangan dan kedamaian dalam menjalani hari-harinya. Ketenangan dan kedamaian hatilah yang bisa membuat timbulnya kebahagiaan. Firman Tuhan dalam Yesaya 32:17 tertulis :
"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya"
Marilah kita hidup benar dan kudus.

Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa selalu bersyukur dalam segala hal.  Mereka yang bisa bersyukur adalah yang selalu optimis dalam menghadapi segala persoalan hidup.  Bisa melihat sisi positip dari masalah dan tidak gampang menyerah. Selalu bersukacita dalam segala perkara.  Seperti ajaran di alkitab dalam Filipi 4:4 :
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! "

Bahagia tidak selalu ditentukan dari banyaknya harta yang kita miliki. Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya takut akan Tuhan,  selalu memperhatikan perintah Tuhan, dan tidak melanggar.
Yesaya 48:18 tertulis:
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti"
Jika kita selalu melakukan perintah Tuhan,  maka kebahagiaan akan selalu menyertai hidup kita sekalipun susah kita tetap merasakan damai sejahtera Tuhan dihati kita.

Kebahagiaan setiap orang berbeda.  Ada yang bisa berbahagia hanya dengan makan tahu tempe,  ada yang baru merasa bahagia jika bisa makan di restoran mewah. Ukuran dan sudut pandang setiap orang berbeda dalam kebahagiaan. Masing-masing punya takaran kebahagiaan. 
Oleh sebab itu syukuri apa yang kita miliki.  jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kebahagiaan kita ditentukan oleh kita sendiri.
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:8)

Nikmati dan syukuri kehidupanmu,  maka terciptalah kebahagiaanmu.
"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya".  
(Mazmur 107:1)
Kiranya Tuhan selalu memberkati hidup kita. Amin

Saturday, August 4, 2018

Tuhan marah

Tuhan bisa murka.

Tuhan adalah Allah pencipta langit dan bumi,  Dia maha kuasa. Jika kita menyadari kemahakuasaan Tuhan, maka kita akan berhati-hati menjalani kehidupan kita. Mata Tuhan melihat segala perbuatan kita. Walaupun Tuhan mempunyai sifat maha pengasih dan penyayang,  tetapi juga Tuhan bisa murka.  Ada beberapa hal yang membuat murka Allah diantaranya:
- tidak menghormati kekudusan/kesucian. Di kitab 2 samuel 6:7 : Tuhan murka karena uza tidak menghormati kekudusan tabut Allah. 
"Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu."
Murka Allah bisa mengambil nyawa kita. 
- tidak menghormati orang pilihan Allah.  Ketika Daud memuji Tuhan dengan menari dihadapan orang banyak,  mikhal menganggap rendah Daud,  Tuhan murka kepadanya akibatnya dia mandul. 
"Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya"  (2 Samuel 6:23)
- orang yang menentang Tuhan akan membuat murka dan akan binasa 
"Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum. " (Keluaran 15:7)
- orang yang suka bersungut-sungut atau menggerutu membuat Tuhan murka.  Seperti yang dialami oleh bangsa Israel akibatnya mereka mengembara selama 40 th di padang gurun. 
"Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. " (Bilangan 11:1)
"Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah berbuat jahat di mata TUHAN. " (Bilangan 32:13)- 
- cemburu karena tidak menomorsatukan/mengutamakan Tuhan. Termasuk menyembah kepada dewa-dewa atau patung-patung. 
Banyak dari kita yang secara sadar atau tidak sadar karena kepentingan keluarga, pekerjaan ataupun kesenangan, sehingga tidak mengutamakan Tuhan. 
"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. "(Matius 10:37)
Kecemburuan bisa membuat Allah murka. Mereka yang lebih mengasihi apapun dibanding dengan Tuhan dianggap tidak layak.
"Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu. " (Ulangan 4:24)
mencobai Allah dengan tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya, bisa membuat Allah murka seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel.  Baca Mazmur 78:18-21
"Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka." (Mazmur 78:18)
"Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel," (Mazmur 78:21)
Masih banyak lagi hal yang membuat Allah murka. Hukumnya adalah kematian kekal. Sebagai orang percaya kita harus menghindari hal-hal yang membuat murka Allah, bertobat dari kesalahan dan hidup berkenan kepadaNya.

Karena Allah juga maha kasih, maka jika kita menyadari kesalahan dan mau bertobat,  Tuhan murkanya hanya sesaat tetapi selamanya kasih kemurahanNya kepada kita. 
"Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai"  (Mazmur 30:5)

Marilah kita menjaga hidup kita dari murka Allah. Tuhan Yesus memberkati. 

Sunday, July 29, 2018

Jangan lari dari masalah

Jangan lari dari masalah

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)

Renungan terambil dari kitab Matius 14 yaitu kisah lima roti dan dua ikan dengan kisah Yesus berjalan di atas air. 
Kejadian pada saat Yesus mengadakan mujizat dengan memberi makan lima ribu orang dari lima roti dan dua ikan.  Masalah dimulai ketika harus memberi makan kepada orang banyak yang mengikuti dan mendengarkan Yesus. Karena hari sudah larut malam, murid-murid menyarankan untuk menyuruh orang banyak pulang, tetapi Yesus menyuruh murid-muridnya memberi mereka makan sebelum pulang. Sesuatu yang sulit untuk memberi makan kepada ribuan orang,  karena sudah larut malam dan jauh dari perkampungan. Sehingga cara yang mudah adalah menyuruh mereka pulang.  Kebanyakan dari kita lebih suka lari dari masalah dari pada harus bersusahpayah menjalaninya,  padahal Tuhan ingin kita bersama denganNya memecahkan masalah kita.  Melalui apa yang kita punya Tuhan bisa pakai untuk menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa menjadi berkat. Tuhan mau kita membawa masalah kita kepadaNya dan menyerahkan potensi yang kita miliki kepadaNya ( "Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." (Matius 14:18)). Lima roti dan dua ikan oleh berkat Tuhan sanggup memberi makan lima ribu orang. Dia sanggup melakukan yang tidak pernah terpikirkan oleh kita.

Dikisahkan setelah peristiwa tersebut, Yesus meminta murid-murid menyeberang dengan perahu mendahului Yesus. Dalam perjalanan terjadi gelombang perahu mereka terombang ambing. Yesus datang  malah mereka mengira hantu, mereka ketakutan dan Petrus meragukanNya,Tuhan mau mengulurkan tanganNya untuk menolong bagi yang takut dan ragu. Yesus melakukan mujizat dengan meminta Petrus berjalan di atas air menghampiriNya,  tetapi disaat angin datang Petrus takut dan bimbang, maka diapun tenggelam dan berteriak "Tuhan tolong", Tuhanpun mengangkatnya. Demikian juga kita jika masalah datang jangan takut dan bimbang, percaya padaNya,mohon pertolonganNya,  maka Tuhan akan datang mengulurkan tanganNya. BersamaNya kita bisa melewati masalah kita. 

Walaupun selalu bersama dengan Yesus dan melihat banyak mujizat,  murid-murid baru mengakuiNya sebagai anak Allah. Pentingnya pengalaman pribadi dengan Yesus sehingga iman percaya kita tetap teguh, tidak terombang ambingkan oleh masalah yang datang. Sekali Yesus tetap Yesus.

Kiranya renungan ini bisa membuat keyakinan kita akan Yesus lebih teguh. Datang padaNya dan percayalah Yesus sanggup menyelesaikan masalah kita,  bahkan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena tiada mustahil bagi Tuhan sebab Dia Allah.

Lirik lagu berikut bisa menambah semangat kita dalam menjalani kehidupan.
BersamaMu Bapa kulewati semua
PerkenananMu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak membri pertolongan
AnugrahMu  besar melimpah bagiKu. 

Saturday, July 21, 2018

Proses Tuhan

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (2 Korintus 4:17)

Jika Tuhan mengijinkan kita
menderita, bukan karena dosa kita, itu artinya kita sedang diproses untuk menjadi yang terbaik. Yang namanya proses itu bukankah sesuatu yang mudah dan nyaman.  Seperti Bejana, dari tanah liat yang kotor, setelah mengalami begitu banyaknya proses, sampai dibakar dengan panas yang tinggi sampai akhirnya bejana tanah yang kotor itu pun menjadi Bejana yang indah dan bernilai tinggi.  Seperti itulah Tuhan memproses kita dengan berbagai masalah yang terjadi dalam hidup kita.  Tuhan ingin anak yang dikasihi menjadi bernilai. 
Karena kita anak Allah yang empunya langit dan bumi,  raja diatas segala raja.  Jalani proses yang terjadi dalam hidupmu dengan kesabaran,  maka engkau akan muncul bagai emas murni yang sangat bernilai. Sehingga nama Yesus dimuliakan lewat hidupmu.

Firman yang hidup

Firman Allah hidup

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.  (Ibrani 4:12)

Menyampaikan firman Allah bukanlah sesuatu yang mudah,  karena orang akan melihat pribadi yang menyampaikannya.  Seperti pedang bermata dua firman itu hidup sehingga tidak hanya berlaku bagi yg disampaikan tetapi juga bagi yang menyampaikannya.  Sertakan Roh Kudus dalam setiap perkataan yang akan disampaikan,  karena tanggung jawab kita bukan hanya pada pembaca atau pendengar terlebih kepada Tuhan sang empunya Firman itu. Yang kita sampaikan tidak hanya sekedar kata-kata tetapi harus dilakukan dalam kehidupan kita. 

Alkitab yang kita baca adalah firman yang hidup,  jadi jangan berhenti membaca, karena kita akan menemukan hal baru setiap harinya,  tentunya dengan tuntunan Roh kudus. Jika kita membaca firman itu seperti berbicara kepada kita.  Bahkan diayat yang sama diwaktu berbeda kita bisa mendapatkan pengertian yang berbeda itulah arti firman yang hidup. 

Dalam pelayanan firman yang kita sampaikan tidak hanya untuk orang supaya bertumbuh dan dikuatkan tetapi juga untuk kita bisa bertumbuh lebih dewasa secara rohani. 

Firman Allah hidup karena firman itu adalah Allah sendiri (Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  (Yohanes 1:1)) jadi barangsiapa melakukan firman adalah melakukan perintah Allah. Dan siapa yang memperhatikan firman artinya memperhatikan Allah akan diberkati.

"Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.  (Amsal 16:20)

Sebagai orang percaya marilah kita ikut memberitakan firman yang hidup seperti yang diperintahkan oleh para malaikat yang membebaskan rasul-rasul dari penjara ( "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak."  (Kisah Para Rasul 5:20))

Tuhan Yesus memberkati kita semua yang percaya akan firman yang hidup. 

Kesaksian I

Kesaksian

Tuhan menyelesaikan apa yang sudah Dia mulai

Selama enam belas tahun kami diproses Tuhan hingga sekarang, begitu banyak mujizat yang sudah kami alami diantaranya, ketika di tahun 2012 saat itu anak kami yang pertama baru lulus SMA. Untuk bisa meneruskan sekolah ke Perguruan tinggi dengan kondisi kami saat itu rasanya tidak mungkin karena kami benar-benar tidak mempunyai apapun yang bisa kami jual untuk biaya sekolah. Kami baru mulai usaha warung makanan yang hasilnya hanya cukup untuk makan. Saat itu anak kami sudah mendaftar untuk PTN dan ikut test tetapi tidak berhasil. Waktu itu saya duduk diam didepan komputer sambil berdoa Tuhan kemana anak saya harus melanjutkan sekolah? Saya browsing dapatlah salah satu universitas Kristen di Bdg. lalu saya isi formulir pendaftaran online, setelah selesai keluar kalimat pendaftaran sudah ditutup. Saya kecewa waktu itu tapi juga pasrah aja. Besoknya saya ditelpon dari universitas tersebut minta anak saya ikut test saringan masuk. Hasil test lulus kami senang, tetapi juga sedih karena harus bayar dengan keringanan cicilan cuma 2x karena tahap akhir. Waktu itu saya coba meminjam ke salah satu saudara yang mampu tetapi apa yang saya terima kalimat yang tidak enak dan bukannya membantu malah memarahi (kalau tidak mampu tidak usah menyekolahkan anak, kamu harus punya deposito 1m untuk kuliah ), saya hanya bisa menangis dalam hati sedih sekali.
Malam hari sebelum hari terakhir bayar cicilan pertama kami sekeluarga berdoa, saat itu saya cuma bilang kalau ini memang kehendakMu, maka besok kami bisa membayarnya. Besoknya uang yang kami perlukan ada dan cukup pas seperti yg harus kami bayarkan, puji syukur pada Tuhan akhirnya anak kami bisa kuliah. Dilingkungan keluarga rupanya saya dengar mereka membicarakan saya yang katanya menyekolahkan anak ditempat yg mahal, padahal saya juga tidak tahu benar kalau universitas itu termasuk sekolah mahal, saya cuma melakukan bagian saya.
Menginjak semester 2 kami harus membayar cicilan ke 2 yang lumayan besar satu setengah kali dari cicilan 1. Sebelum ke kampus saya berlutut di kamar berdoa Tuhan saya tidak punya uang untuk pembayaran cicilan sekolah anak kami, tapi saya percaya bahwa Engkau tidak pernah setengah setengah, Engkau pasti menyelesaikan apa yang Tuhan sudah mulai. Selesai berdoa saya berangkat ke kampus, ke bagian administrasi bertanya sampai jam berapa pembayaran, mereka bilang sampai jam 12 malam karena sistem transfer. Saya duduk di depan taman kampus, coba telpon salah satu keluarga mau pinjam tidak ada,tidak lama kemudian orangtua saya telpon menanyakan saya sedang apa, saya cuma bilang tunggu mujizat dari Tuhan mau bayar kuliah, mereka bilang berapa ? saya sampaikan lalu mereka bilang ada barang yg bisa digadai tapi nggak mungkin sekarang karena lokasi barang jauh jadi perlu waktu, saya akhirnya pulang ke rumah, belum sampai rumah saya ditelpon kalau uang sudah ditransfer, puji Tuhan saya langsung menuju atm dan membayarnya.
Masuk semester 3 kondisi ekonomi kami masih kurang bagus, pekerjaan suami tidak lama, harus menganggur lagi, usaha juga harus ditutup karena yang punya tempat sudah tidak mengijinkan kami berdagang lagi, akhirnya kami semakin buruk kondisi ekonominya. Anak yang ke 2 terpaksa tidak bisa melanjutkan ke PT (tertunda 1 th). Segala usaha dan pekerjaan sudah dicoba ternyata masih tidak memuaskan hasilnya cuma cukup untuk makan. 
Bersyukur atas pertolongan Tuhan, suami dapat kerjaan selama 2 minggu hasilnya bisa buat tambahan bayar kuliah anak kami.
Demikian juga saat semester 4, atas jamahan Tuhan salah satu saudara yang selalu bilang tidak ada kalau kita pinjam, mau membayar kuliah anak kami tersebut selama 2 semester. Semua kalau bukan Tuhan yang menggerakan tidak akan terjadi. Karena sudah tidak ada yang mau bantu, saya pernah bilang ke anak kami untuk cuti saja kuliahnya karena kami masih belum baik kondisinya, tetapi Tuhan tidak pernah berhenti menolong setiap apa yang anak kami tersebut butuhkan selalu ada. Terakhir setelah tidak ada saudara yang membantu, Tuhan kirim seorang sahabat SMA suami, bukan suatu kebetulan, tetapi sudah kehendak Tuhan setelah hampir 20 th tidak bertemu, dia telah membantu biaya sekolah anak anak kami hingga sampai saat ini. DIa tetap komit untuk membantu biaya sekolah anak anak kami. 
Firman ini terjadi pada kami, "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara" (Amsal 18:24). Disaat saudara sendiri tidak perduli lagi.
Tuhan sungguh luar biasa pada orang yang mau tetap taat dan setia serta hidup benar dihadapanNya. Sekarang anak kami tersebut sudah lulus berkat Tuhan yang tidak pernah berhenti menolong dan mencukupi semua kebutuhannya. Kami bersyukur dengan kondisi kami karena kami bisa melihat kemuliaan Tuhan dan belajar banyak hal bahwa kita hidup untuk menjadi berkat bagi orang lain dan bukan untuk kesenangan dan keinginan sendiri. Masih banyak yang harus kita lakukan selain untuk kepuasan diri. Ukuran keberhasilan setiap orang berbeda, kemiskinan bukan berarti orang itu malas, tetapi setiap orang punya kehidupan yang sudah ditentukan dan punya kebebasan untuk memilih oleh Tuhan. Kami juga belajar bagaimana berserah kepada Tuhan. Kami belajar agar iman kami lebih kuat dari kekuatiran dan ketakutan kami. Demikian kesaksian ini untuk bisa menguatkan kepercayaan kita pada Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan tidak pernah terlambat menolong kita. Lakukan apa yang menjadi bagian kita, biar Tuhan melakukan bagianNya dan percayalah mujizat masih ada.Amin Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Terima kasih untuk semua yang sudah membantu Tuhan memberkati.

Wednesday, July 18, 2018

Rencana Tuhan yang terbaik

Semua orang punya masalah dalam kehidupan ini.  Walaupun ada masalah yang sama,  tetapi penyelesaiannya berbeda bagi setiap orang. Kenapa begitu? Karena kemampuan setiap orang berbeda dan rencana Tuhan berbeda bagi setiap orang. Kita ambil contoh dari cerita Rut dan Orpa menantu Naomi.  Mereka berdua sama-sama ditinggal suami tanpa anak,  keduanya diminta pulang ke kampungnya, tetapi rencana Tuhan untuk mereka berdua berbeda sehingga keputusan mereka berbeda terhadap nasehat mertuanya Naomi.  Orpa menurut dan kembali kepada orang tuanya,  sedangkan Rut tetap mengikuti mertuanya kembali ke tanah Yehuda.  Jika Rut berbuat sama seperti Orpa menuruti nasehat Naomi,  maka rencana Tuhan menjadikan keturunan raja Daud dari Rut tidak terlaksana. Sebab dari pernikahan Rut dengan Boas yang merupakan salah satu keluarga dari suami Naomi melahirkan anak yang bernama Obed yang adalah Bapak dari Isai ayahnya Daud.

Jadi kita tidak bisa menyamaratakan penyelesaian atau solusi orang karena kesamaan masalah yang mereka hadapi. Ada orang yang bisa hidup tanpa menikah,  tetapi juga ada yang tidak bisa sendirian.  Dalam Matius 19:12 tertulis :
"Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Kita juga tidak bisa menilai sama jika yang seorang