Iman dan keinginan
Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Seringkali kita salah mengartikan iman dan keinginan. Ketika kita meyakini bahwa kita akan bisa berhasil dalam suatu perjuangan yang mustahil tanpa pertolongan dari Tuhan, hal ini kita sebut beriman. Tetapi ada juga yang memaksakan sesuatu yang mustahil harus terjadi dan hal ini juga seringkali disebut "beriman". Perbedaan keduanya terletak pada keinginan pribadi atau kehendak Tuhan yang terjadi.
Tuhan selalu ingin mengabulkan permintaan anak-anakNya, apalagi kepada mereka yang taat dan setia kepadaNya. Dia tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadaNya, jika kita memaksa Tuhan akan mengijinkan dengan resiko dan akibatnya.
Pengalaman saya pada saat mau mendaftarkan kuliah anak kami waktu itu saya hanya berdoa kepada Tuhan didepan komputer untuk memulai, saya katakan Tuhan sekolah mana yang harus saya tuju. (Karena gagal test universitas negeri, maka harus ke universitas swasta yang tidak murah jika memilih yang berkualitas). Saya tidak memilih, saya hanya mengikuti katahati ingin sekolah kristen dan Tuhan arahkan. Singkat cerita (lengkapnya ada dikesaksian saya) oleh pertolongan Tuhan akhirnya kami mendapatkan universitas terkenal yang saya sendiri awalnya tidak tau kalau ternyata universitas tersebut terkenal dan mahal, semua hal yang mustahil terjadi tetapi bisa dilewati oleh pertolongan Tuhan, sampai akhirnya anak kami lulus. Ini adalah contoh beriman kepada Tuhan.
Saya menyaksikan tentang hal ini kebanyak orang termasuk kepada saudara dan keluarga, dengan tanggapan dan pendapat masing-masing, dan saya tidak perdulikan nyinyiran yang tidak suka. Salah satu saudara mendengar akan ini dia katakan akan meniru dari saya dia memasukkan anaknya ke salah satu universitas bergengsi padahal waktu itu belum mampu, tetapi nekat dan katanya beriman nanti Tuhan tolong. Apa yang terjadi Tuhan ijinkan hal ini terjadi karena "memaksa" . Sekarang dia harus menanggung hutang yang besar karena menyalahgunakan keuangan orang.
Jika kita memaksa, Tuhan akan ijinkan, tetapi resikonya kita harus tanggung, Tuhan akan memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita.
Jika karena iman dan sesuai kehendak dan rencanaNya, setiap ada masalah yang timbul Tuhan menyediakan jawaban dan jalan keluar yang tidak pernah terpikirkan dan kita hanya mengatakan kepadaNya apa yang harus kita lakukan.
Indahnya hidup jika kita hanya mau berjalan sesuai dengan rencana dan kehendakNya dalam hidup kita. Kita bisa menyampaikan keinginan kita, tetapi kita juga harus berserah kepada Tuhan, lebih tepatnya kita minta Tuhan memaksakan kehendakNya bukan kehendak kita yang terjadi.
Tuhan Yesus memberkati
Doa kami Tuhan paksakan kehendakMu yang terjadi bukan kehendak kami dalam kehidupan yang kami jalani.. Amin
No comments:
Post a Comment