Sunday, November 8, 2020

memaafkan

Memaafkan 
Roma 12:9-10
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 

Berbuat baik adalah salah satu bukti pengamalan kita akan firman Tuhan, yaitu tentang kasih.  Tidak semua orang bisa menerima perbuatan baik kita,  karena ada beberapa orang yang mencurigai sesuatu dibalik perbuatan baik kita. Sudah menjadi sifat manusia yang menginginkan balasan atau upah bagi setiap perbuatan yang dilakukan,  menghitung untung rugi atas setiap pekerjaan atau usaha mereka,  sangat jarang yang dengan sukarela melakukan sesuatu tanpa ada balasan atau harapan dibalik semua yang dilakukannya. Hanya orang yang benar-benar hidup dalam Tuhan yang mau melakukan kebaikan tanpa mengharapkan balas jasa.

Atas dasar tersebut,  maka terjadilah kesalahan penilaian dari perbuatan kita. Penilaian yang salah atas perbuatan baik seseorang inilah yang sering menimbulkan salah paham sehingga menimbulkan permusuhan.  Disinilah peran kita sebagai pengikut Yesus untuk mau memaafkan mereka yang seringkali merasa tidak bersalah sudah mencurigai bahkan menuduh kita sebagai orang yang mempunyai keinginan tersembunyi dibalik setiap perbuatan baik,  mereka menyebut kita sebagai serigala berbulu domba. 

Kebaikan tidak mudah dilakukan, karena sifat dasar manusia tersebut, karena itu kita harus mengalah dan meminta maaf walaupun tidak salah, untuk damai sejahtera bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah. 

Merupakan penderitaan batin bagi kita yang harus disalahkan dan meminta maaf bukan karena salah. 
Ditengah penderitaan jangan bersungut,  menderita karena iman kepada kristus adalah kasih karunia

1 Petrus 2:19
Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Kata maaf tidak selalu berarti yang mengucapkan bersalah, tetapi bisa sebagai kata sopan santun dalam bertanya atau mengawali sebuah kalimat agar tidak tersinggung dan menimbulkan kesalahpahaman. 

Banyak sudah contoh dan teladan dari orang-orang yang harus menderita bukan karena kesalahannya,  seperti Yusuf,  Ayub dan Tuhan Yesus yang harus disalib.

Jadi sebagai pengikut Tuhan Yesus,  kita tetap harus rendah hati,  mengalah dan mau meminta maaf walau tidak salah untuk kedamaian dan kesopanan tetapi tidak munafik, harus dengan hati tulus dan ikhlas,  karena kita melakukan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 

Tuhan Yesua memberkati

No comments:

Post a Comment