"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Matius 7:1-2)
Sudah biasa dalam masyarakat apabila orang hidupnya selalu susah, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga akan dihakimi sebagai orang yang punya dosa atau kesalahan, padahal belum tentu benar demikian sebaliknya terhadap orang yang beruntung dianggap benar dan baik.
Kita tidak bisa dan tidak boleh menghakimi orang dari apa yang kita lihat, karena jika salah bisa berdosa, karena itu jangan ada penghakiman, tetapi sebaliknya kita harus ikut prihatin dan membantu sebisa mungkin sesuai kemampuan kita kepada mereka yang menderita atau kesusahan, demikian juga kepada mereka yang sedang bahagia kita harus ikut bahagia.
Lakukan segala sesuatu dengan tulus tanpa prasangka, bagaimana atau apapun pendapat orang terhadap ketulusan kita biarkan saja, karena hanya Tuhan yang mengetahui hati kita. Jangan takut pada penilaian manusia tetapi takutlah akan Tuhan yang maha tau.
Serahkan kepada Tuhan setiap penghakiman yang kita terima, ampuni dan doakan mereka, tetap hidup benar.
Saya pernah dikatakan licik, dikatakan serigala berbulu domba, awalnya kaget dan marah, karena apa yang saya lakukan benar-benar tulus, tetapi terkadang orang menilai tidak, akhirnya saya hanya bisa berdoa mengampuni, karena yang terpenting adalah Tuhan yang mengetahui isi hati saya.
Jangan memperdulikan penilaian orang, lakukan saja yang baik dan benar, karena kita tidak bisa menyenangkan semua orang dan tidak bisa membuat orang sependapat dengan kita.
Baik buruk yang terjadi terhadap orang lain, jangan menilai apalagi menghakimi. Ayat firman di atas mengingatkan kepada kita untuk tidak menghakimi, karena kita juga akan dihakimi. Lebih baik membantu mereka yang susah tanpa mempertanyakan kenapa, lakukan saja dengan tulus bukan karena sesuatu. Sebagai sesama ciptaan Tuhan yang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing, kita tidak boleh saling menghakimi, karena penghakiman hanya milik Tuhan Sang pencipta.
Mari kita belajar untuk tidak menghakimi karena akan menyakiti orang yang kita hakimi, jaga hati, pikiran dan mulut kita untuk tetap positif.
Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment