Untung dan Rugi
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)
Semua manusia di dunia ini tidak ada yang mau rugi pasti mau untung. Pada saat tertimpa celaka juga masih bisa berkata untung, untung cuma keserempet, untuk hanya luka lecet, untung cuma.... masih berkata untung. Bukan hal yang salah mencari untung, atau berfikir keuntungan, yang salah adalah jika demi keuntungan seseorang menjadi tidak perduli dengan orang lain, menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan.
Kebanyakan dari kita melakukan sesuatu berdasarkan untung atau tidak. Kalau tidak ada untungnya buat apa dilakukan.
Hidup tidak hanya sebatas untung dan rugi, tetapi bagaimana hidup sabar dan ikhlas. Jika kemudian kita menderita kerugian, terlepas dari alasan apapun bisakah kita sabar dan ikhlas menerimanya? Jika Tuhan ijinkan hal ini terjadi, bagi yang percaya pasti Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kita. Bukan keuntungan yang menentukan keberhasilan, tetapi sikap kita dalam menerima keuntungan, bersyukur atau menjadi tamak karenanya. Karena ada saya temui orang yang tidak merasa bersalah sudah merugikan orang lain demi keuntungan pribadi, seakan sudah mati rasa tidak perduli penderitaan orang yang sudah dirugikan karena sikap tamaknya.
Sebagai orang percaya rahasia keberuntungan adalah dengan senantiasa merenungkan firman Tuhan dan memperkatakan firman itu.
Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. (1 Korintus 10:24)
Tuhan mau kita tidak mencari keuntungan sendiri tetapi juga keuntungan orang lain. Artinya keuntungan kita tidak merugikan orang lain atau saling menguntungkan satu sama lain.
Untung dan rugi bukan tujuan utama hidup kita lagi, tetapi menjadi orang yang sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan membuat hidup kita selalu merasakan kebahagiaan.
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment